Musim Kemarau Diperkirakan Terjadi Hingga Oktober

TrubusNews
Binsar Marulitua
26 Juni 2018   15:45 WIB

Komentar
Musim Kemarau Diperkirakan Terjadi Hingga Oktober

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan musim kemarau akan terus terjadi hingga Oktober 2018. Kekurangan air bersih di berbagai wilayah Indonesia adalah hal yang paling rentan terjadi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui  keterangan resminya mengatakan beberapa wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta sudah dilanda kekeringan. 

Baca Lainnya : Ini Penjelasan BMKG, Mengapa Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Musim Kemarau

"Banyak warga meminta bantuan pasokan air bersih. Meskipun musim kemarau baru memasuki periode awal namun faktanya beberapa daerah mulai mengalami kekeringan," kata Sutopo seperti dalam keterangan tertulis, Senin Malam (25/6).

Wilayah yang sudah terdampak kekeringan adalah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa daerah di Gunung Kidul yang terdampak kekeringan adalah Kecamatan Girisubo sebanyak 4.572 Kepala Keluarga (KK), Ngelipar 1.853 KK (5.637 jiwa), Paliyan 6.014 KK (20.769 Jiwa), Panggang 1232 KK/(4677 jiwa), Purwosari 912 KK (3390 jiwa), Rongkop 3820 KK (11800 jiwa), Tanjungsari 3100 KK (11186 jiwa), Tepus 8232 KK (32851 jiwa), Ponjong 766 KK (2765 jiwa), dan Gedangsari 1106 KK (3448 jiwa). 

Baca Lainnya : Siaga Air Bersih, Suhu Puncak Kemarau Bisa 37 Derajat

Seiring terjadinya bencana kekeringan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Kidul telah mendistribusika air bersih sebanyak 5.000 liter, dengan target 3.360 tangki air bersih, dengan distribusi perharinya 24 tangki air bersih dan 6 unit armada mobil tangki dengan kapasitas 5.000 liter lengkap dengan disel pompa air, pipa dan selang.

"Pendistribusian air bersih sudah dimulai tanggal 4 Juni sampai sekarang," kata Sutopo. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: