Kasus Bawang Merah Palsu Terungkap, Petani Berharap Ada Efek Jera  

TrubusNews
Syahroni
25 Juni 2018   22:45 WIB

Komentar
Kasus Bawang Merah Palsu Terungkap, Petani Berharap Ada Efek Jera   

Pengurus Asosiasi Petani Bawang Indonseia asal brebes. (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Fakta adanya bawang merah 'palsu' yang beredar di pasaran cukup menjadi pukulan telak bagi para petani bawang merah lokal di Indonesia. Meski polisi dan jajaran terkait kini sudah berhasil mengungkap impor ilegal 670 ton bawang bombai merah asal India yang dijual sebagai bawang merah, para petani berharap kejadian ini tidak terulang lagi.

Humas Asosiasi Petani Bawang Indonesia asal Brebes, Jumarso juga berharap, agar temuan kasus ini bisa memberikan efek jera kepada para pengusaha agar tidak sembarangan mengimpor bawang sebagaimana telah ditetapkan oleh pemerintah sehingga tidak menimbulkan dampak negatif pada petani lokal.

Baca Lainnya : Kemendag dan Polri Amankan 670 Ton Bawang Bombai Mini Asal India

“Masuknya bawang impor ke Indonesia sangat merugikan petani, karena membuat harga jual anjlok,” kata Jumarso di Gudang Brengga Rowa Indonesia (BRI), Jalan Letda Sudjono, Kota Medan, Senin (25/6).

Jurmarso menyebutkan, harga jual bawang yang menguntungkan bagi petani di kisaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram (kg). Karena nilai produksi yang dikeluarkan sebesar Rp12.500 per kg. Namun harga jual bawang merah palsu, merusak tatanan itu.

“Harga bawang Bombai merah impor yang dijual di pasaran hanya Rp2.500 per kg, itu sangat menghancurkan nilai jual bawang petani,” ungkapnya.

Sebelumnya Kementerian Perdagangan bersama Kabreskrim Polri meninjau sekitar 670 ton bawang Bombai impor asal India yang diduga tidak memenuhi ketentuan di dua gudang di wilayah Medan, Sumatera Utara.

Peninjauan dilakukan Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Veri Anggrijono, bersama Kabareskrim Polri diwakili Wakil Direktur Tindak Pidana Khusus Bareskrim Mabes Polri, Komisaris Besar Daniel Tahi Monang Silitonga.

“Kegiatan ini hasil pengembangan dari kegiatan pengawasan yang dilakukan Direktorat Tertib Niaga bekerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Mabes Polri,” kata Veri.

Baca Lainnya : Bawang Bombai Mini yang Disulap jadi Bawang Merah 'Palsu', Diimpor Secara Ilegal

Bawang bombai merah impor tersebut diamankan karena diduga terjadi pelanggaran ketentuan impor, sebagaimana diatur dalam keputusan Menteri Pertanian Nomor 105 Tahun 2017 tentang Karakteristik Bawang Bombai yang diimpor, yaitu bawang dengan ukuran umbi minimal 5 cm.

“Pengamanan dilakukan agar bawang tersebut tidak mendistorsi pasar bawang merah lokal,” jelas Veri.

Selain ketentuan dalam Kepmentan tersebut, importir juga dapat diduga melanggar ketentuan dalam Permendag Nomor 16 Tahun 2018 tentang Perubahan ketiga atas Permendag Nomor 30/MDAG/PER/5/2017 tentang Ketentuan Impor Produk Holtikultura. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: