Impor Bawang Bombai Ilegal di Medan, Rugikan Negara Hingga Rp13,4 Triliun

TrubusNews
Syahroni
25 Juni 2018   21:15 WIB

Komentar
Impor Bawang Bombai Ilegal di Medan, Rugikan Negara Hingga Rp13,4 Triliun

Gelar perkara pengungkapan 670 ton bawang bombai ilegal di Medan, Sumut, Senin (25/6). (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Tiga perusahaan importir di Sumatera Utara diberikan sanksi tegas oleh Kementerian Perdagangan karena menjual 670 ton bawang Bombai merah asal India secara ilegal. Pasalnya, kerugian yang mereka timbulkan cukup signifikan.

Wakil Direktur Tindak Pidana Khusus Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Daniel Tahi Monang Silitonga menegaskan, kerugian negara atas penyelewengan bawang Bombai merah yang dilakukan 3 perusahaan pengimpor ini diperkirakan mencapai Rp13,4 triliun dari jumlah 670 ton bawang.

Baca Lainnya : Kemendag dan Polri Amankan 670 Ton Bawang Bombai Mini Asal India

“Kerugian tersebut kita hitung-hitung dengan harga jual bawang per kilogram Rp20 ribu,” ungkapnya.

Dijelaskan Daniel, harga bawang Bombai merah di India berkisar Rp2.500 per kilogram. Setelah dikirim ke Indonesia, harganya bisa mencapai Rp6.000 per kg. Kemudian setelah melewati berbagai rangkaian biaya pengiriman mulai dari clearance dan lainnya hingga ke tingkat distributor, harganya menjadi sekitar Rp9.500 per kg.

Harga bawang merah palsu ini di tingkat pengecer mencapai Rp14.000 per kg, sehingga distributor bisa mendapat keuntungan sebesar Rp8.000. Sementara harga bawang merah lokal di tingkat petani berkisar Rp18.000 per Kg.

Baca Lainnya : Bawang Bombai Mini yang Disulap jadi Bawang Merah 'Palsu', Diimpor Secara Ilegal

Sedangkan di tingkat pasar ritel, rata-rata harganya sekitar Rp25.000 per kg. Jika bawang merah ini lolos ke pasaran, maka akan membuat petani bawang merah lokal akan menjadi resah.

“Dengan keberadaan bawang merah ilegal ini membuat harga jual bawang merah lokal yang menjadi semakin terpuruk,” tandasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Inovasi   28 Sep 2020 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan: