Pertumbuhan Lambat, Penyebab Naiknya Harga Ayam di Tingkat Peternak

TrubusNews
Syahroni
25 Juni 2018   17:45 WIB

Komentar
Pertumbuhan Lambat, Penyebab Naiknya Harga Ayam di Tingkat Peternak

Ilustrasi (Foto : Trubus.id/ Ridwan Syamsu)

Trubus.id -- Sejak awal tahun 2018 lalu, komoditas daging ayam di hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami kenaikan. Kondisi ini semakin parah terjadi menjelang Lebaran saat permintaan meningkat dari hari biasanya.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN), Sigit Prabowo, saat ini harga ayam di tingkat peternak mengalami kenaikan menjadi Rp 21.000 per kilogram (kg). Sebelumnya, ditahun 2017 lalu, harga ayam ditingkat peternak hanya mencapai Rp18.000 per kg.

Sigit menyebut, kenaikan harga ayam terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya karena produksinya yang menurun. Ia menjelaskan, penurunan produksi terjadi dikarenakan pertumbuhan ayam yang mengalami perlambatan.

Baca Lainnya : Lebaran Berlalu, Kenapa Harga Daging Ayam Masih Tinggi?

Baca Lainnya : Produksi Melimpah, Mentan: Tidak Ada Alasan Harga Daging dan Telur Ayam Melambung Tinggi

"Iya memang banyak kendala di produksi iya itu kendala, pertumbuhannya mengalami delay," katanya, Senin (25/6).

Sigit menambahkan, lambatnya pertumbuhan ayam menyebabkan jumlah ayam yang siap dijual berkurang jumlahnya. Karena itu, karena minimnya pasokan ayam siap potong inilah harga ayam di tingkat peternak terdongkrak naik.

"Kendala pertumbuhan di budidaya yang delay. Berat badannya nggak mencapai target jadi bengkak (harga ayam). Padahal harga pakan naik Rp 300 tapi nutrisi kualitasnya kurang," tutupnya. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Presiden Jokowi Siapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20

Peristiwa   20 Jan 2020 - 17:21 WIB
Bagikan:          
Bagikan: