Polisi Tetapkan Empat Orang Tersangka, Terkait Tenggelamnya KM Sinar Bangun

TrubusNews
Syahroni
25 Juni 2018   16:45 WIB

Komentar
Polisi Tetapkan Empat Orang Tersangka, Terkait Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Jajaran Polda Sumatera Utara menetapkan 4 tersangka dalam insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun, Senin (25/6). (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Empat orang ditetapkan tersangka terkait tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara. Dari keempat tersangka, salah seorang diantaranya adalah nahkoda sekaligus pemilik kapal.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, nahkoda kapal tersebut adalah Poltak Soritua Sagala. Tersangka lainnya adalah pihak regulator dari Pegawai Honor Dishub Samosir yang juga anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang.

Baca Lainnya : Tragedi  Danau Toba  Pukulan Tata Transportasi Daerah

"Kapos Pelabuhan Simanindo yang merupakan PNS Dinas Perhubungan Samosir, Golpa F. Putra, serta Kabid Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP), Rihad Sitanggang juga ditetapkan tersangka," kata Paulus di Mapolda Sumut, Senin (25/6).

Dijelaskannya, modus dari pada tersangka dalam melayarkan kapal tersebut untuk mencari keuntungan, yaitu memuat penumpang melebihi tonase atau jumlah penumpang yang seharusnya 45 orang, sesuai dengan surat kelengkapan pengangkutan.

"Nahkoda ditetapkan tersangka karena sengaja membiarkan kapal berlayar dalam keadaan melebihi muatan. BMKG juga menyampaikan informasi tentang cuaca buruk. Faktanya tetap juga tidak diikuti," jelasnya.

Beberapa orang saksi juga sudah diperiksa. Sementara barang bukti juga sudah diamankan berupa 45 blok karcis retribusi masuk Pelabuhan senilai Rp500 yang telah digunakan, 48 blok retribusi pemeliharaan dermaga (roda dua senilai Rp 500 yang telah digunakan).

"Dan foto copy dokumen kelengkapan kapal KM Sinar Bangun IV Nomor 117," terang Kapolda.

Baca Lainnya : Tingkatkan Keselamatan, Kemenhub Kirim 2 Petugas Kesyahbandaran ke Danau Toba

Atas perbuatannya, keempat tersangka dikenakan Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo pasal 359 KUHPidana, dengan pidana kurungan selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 1,5 Miliar, Jo pasal 359 KUHPidana. Ancamannya, penjara selama-lamanya 5 tahun.

Sebelumnya diberitakan, KM Sinar Bangun  tenggelam dalam pelayaran dari Simanindo, Samosir, menuju Tigaras, Simalungun, Senin (18/6) sore. Kapal diduga mengangkut lebih dari 200 penumpang dan puluhan sepeda motor. Sejauh ini baru 21 penumpang yang ditemukan, 18 selamat dan 3 meninggal dunia. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Perintahkan Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi

Peristiwa   25 Sep 2020 - 09:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: