Polda Gorontalo Dorong Pelayanan Donor Darah Go Online

TrubusNews
Ihsan Maulana
25 Juni 2018   15:30 WIB

Komentar
Polda Gorontalo Dorong Pelayanan Donor Darah Go Online

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id --  Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo terus mendorong peningkatan aksi donor darah di daerah itu. Hal ini penting untuk membantu pasien yang membutuhkan darah setiap saat.

"Kemarin saya menerima beberapa keluhan masyarakat yang perlu darah. Dari situ kami menggagas pelayanan kebutuhan darah berbasis online," ujar Kepala Kapolda Gorontalo, Brigjen Pol Rachmat Fudail di Gorontalo, Senin (25/6).

Beberapa waktu lalu, Polda Gorontalo bersama Pemprov Gorontalo sudah menyepakati pembentukan tim terpadu yang terdiri dari Polri, TNI, PMI, Bank Indonesia, serta Pemprov Gorontalo.

Baca Lainnya : Persediaan Kosong, PMI Ciamis, Jemput Pendonor Darah ke Masjid-masjid

Tim ini diharapkan bisa secara optimal dalam menyediakan basis data personel sebagai calon pendonor. Fudail memandang, ada potensi personel dari setiap instansi untuk  dimanfaatkan dalam meningkatkan jumlah pasokan darah melalui aksi donor darah.

"Khusus untuk Polri, kami punya 4.500 personel. Artinya kalau kita bagi setiap tiga bulan sekali, maka ada 1.500 kantong darah yang bisa disumbangkan. Belum lagi dari personel TNI, dari ASN Pemprov, dari jajaran perbankan yang dikoordinir oleh Bank Indonesia, swasta, dan masyarakat umum," paparnya.

Terkait dengan hal ini, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyambut positif gagasan Fudail. Ia menilai hal ini dapat menjadi solusi kurangnya stok darah di daerah tersebut.

Baca Lainnya : Telah Berdonor Darah 1.173 Kali, Pria Ini Akhirnya Pensiun di Usia 81

Saat ini, pihak PMI Gorontalo membutuhkan 1.500 kantong darah  tiap bulan, sedangkan kebutuhan yang baru bisa dipenuhi hanya 700 kantong.

"Gagasan ini sangat bagus dan patut untuk kita dukung. Makanya hari ini kita bentuk tim dan diharapkan bisa segera bekerja mewujudkannya. Untuk pendanaan, pemprov akan siapkan, termasuk kebutuhan jaringan hingga ke rumah sakit dan puskesmas," imbuhnya.

Selanjutnya, tim yang sudah terbentuk ditargetkan bisa selesai mengerjakan aplikasi pada awal Juli 2018.

Baca Lainnya : Ini Alasan Kenapa Para Pria Disarankan Rutin Donor Darah

Untuk langkah awal, akan dilakukan penggabungan data personel dari setiap instansi, mengenai informasi pendonor, golongan darah, dan frekuensi dorong setiap tiga bulan.

"Nantinya, data ini akan menjadi acuan bagi PMI untuk melakukan donor darah secara berkala dan berkesinambungan," tutupnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: