Tingkatkan Keselamatan, Kemenhub Kirim 2 Petugas Kesyahbandaran ke Danau Toba

TrubusNews
Binsar Marulitua
25 Juni 2018   07:00 WIB

Komentar
Tingkatkan Keselamatan, Kemenhub Kirim 2 Petugas Kesyahbandaran ke Danau Toba

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengirim dua petugas Kesyahbandaran dari Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Belawan untuk membina keselamatan pelayaran di Danau Toba, Sumatra Utara.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Junaidi mengatakan, dua petugas tersebut akan ditempatkan di bawah kendali operasi (BKO) tim ad hoc yang baru dibentuk Kemenhub. Adapun tim ad hoc dipimpin oleh Kasubdit Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan, Direktorat Angkutan & Multimoda, Ditjen Perhubungan Darat.

Baca Lainnya : Jadi Destinasi Unggulan, Pengawasan Kapal Wisata TNK Perlu Diperketat

"Ditjen Perhubungan Laut dilibatkan dalam tim ad hoc karena memiliki kompetensi di bidang keselamatan pelayaran. Untuk itu, kami menugaskan dua orang petugas Kesyahbandaran untuk bergabung sebagai tim ad hoc," kata Junaidi dalam siaran pers, Minggu (24/6).

Ia  menambahkan, dua petugas kesyahbandaran akan membantu fungsi pengawasan di pelabuhan dan kelaiklautan kapal termasuk kapasitas kapal, jumlah dan manifes penumpang. Selain itu, petugas kesyahbandaran juga kan membina pengawasan penggunaan life jacket bagi penumpang di atas kapal saat sedang berlayar. 

Baca Lainnya : Kemenhub Hentikan Seluruh Operasi Kapal Motor di Danau Toba

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembentukan tim ad hoc merupakan tahap awal peningkatan keselamatan pelayaran di wilayah Danau Toba. Tim ini bakal bertugas sementara dengan jangka waktu 1-4 pekan dengan fungsi menggantikan pengawasan yang selama ini kurang dijalankan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sumatra Utara.

Tim ad hoc akan melakukan supervisi kegiatan di pelabuhan-pelabuhan yang ada di Danau Toba sehingga penerapan aturan dapat berjalan di lapngan. Tim ad hoc juga akan mengambil alih pengoperasian dermaga yang ada di Danau Toba dan melakukan riset bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait evaluasi SOP (Standard Operating Procedure) di lapangan. Hasil temuan tim ad hoc akan menajdi rekomendasi kepada Menteri Perhubungan yang akan diputuskan dalam format tertentu. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Inovasi   28 Sep 2020 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan: