Beruang Alaska jadi Tersangka Tewasnya Pendaki dan Melukai Tim Pencari

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
21 Juni 2018   22:45

Komentar
Beruang Alaska jadi Tersangka Tewasnya Pendaki dan Melukai Tim Pencari

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Seekor beruang coklat berukuran besar dijadikan tersangka dalam tewasnya seorang pendaki di kawasan hutan Anchorage, Alaska. Tak hanya itu, beruang tersebut juga diduga telah menyerang pendaki lain yang tengah mencari korban.

Adalah Michael Soltis, korban tewas yang diduga akibat diserang beruang tersebut. Seperti dikutip dari ABC News, Kamis (21/6), Soltis dikabarkan menghilang saat pendakian, Senin (18/6) sore. Pihak kepolisian Alaska kemudian mulai mencari keberadaannya.

Baca Lainnya : Diserang 2 Beruang Liar, Begini Kondisi Penyadap Karet di Rohul Saat Ini

Upaya petugas pun menghasilkan. Rabu (20/6) kemarin, Soltis ditemukan. Namun sayangnya, saat ditemukan kondisinya sudah tidak bernyawa. Petugas menemukan jenazahnya di kawasan hutan di Anchorage, tak jauh dari lokasi tempat tim pencari sebelumnya dilaporkan sempat diserang.

Penyelidik kepolisian mengatakan bekas serangan itu diyakini dilakukan oleh beruang yang sama. Polisi tidak merilis identitas tim pencari itu, namun dia mengalami luka yang serius.

"Tak lama setelah serangan itu, petugas memasuki hutan untuk melacak jejak beruang. Dalam waktu bersamaan mereka menemukan Michael Soltis yang tewas akibat serangan beruang. Tampaknya beruang itu melindungi tubuh soltis ketika menyerang tim pencari," ujar petugas kepolisian setempat dalam keterangan resminya. 

Anggota tim pencari yang terluka itu kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka serius, tapi tidak membahayakan nyawa. Polisi meminta masyarakat untuk menjauhi area tersebut dengan alasan adanya 'beruang agresif'. 

Baca Lainnya : Cari Buah Rotan, Warga Aceh Kritis Dikeroyok 2 Beruang Liar

Ken Marsh, juru bicara untuk Departemen Perikanan Alaska mengatakan, pihaknya kini tengah menginvestigasi apakah serangan beruang itu untuk memangsa atau bentuk pertahanan diri. 

"Seseorang bisa saja tersandung dan jatuh atau memiliki kondisi medis tertentu. Sampai investigasi menyeluruh dan pemeriksaan medis dinyatakan selesai, saya tak tahu apakah kami bisa memastikan 100 persen mengenai penyebab kematian," ujarnya. [RN]
 
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: