Hadapi Kemarau Kering, KLHK Perketat Pencegahan Karhutla

TrubusNews
Syahroni
21 Juni 2018   20:45 WIB

Komentar
Hadapi Kemarau Kering, KLHK Perketat Pencegahan Karhutla

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Memasuki musim kemarau kering yang diprediksi akan terjadi tahun ini, potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi lebih tinggi. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B Panjaitan, mengatakan, jika dibandingkan di periode yang sama Juni tahun 2017, ada peningkatan titik panas atau hotspot hingga 30 persen tahun ini.

"Dibanding 2017 sedikit meningkat tapi di lapangan terkendali, Pemprov  juga siaga antisipasi dan cepat bergerak," kata Raffles di sela-sela Halal Bihalal KLHK, di Jakarta, Kamis (21/6).

Baca Lainnya : Saat Libur Idulfitri, Brigade Pengendalian Karhutla Masih Bergelut dengan Kebakaran

Untuk itu, guna meminimalisir dampak karhutla menyambut gelaran Asian Games 2018 di Palembang, Sumatera Selatan, Agustus mendatang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Raffles melanjutkan, sudah sejak beberapa bulan lalu, sejumlah daerah telah menetapkan siaga darurat karhutla hingga November 2018. Wilayah tersebut antara lain Sumsel, Riau, Jambi, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Raffles menambahkan, sejak Januari hingga 31 Mei 2018 tercatat 22.000 hektar (Ha) lahan terbakar. Luasan gambut dan tanah mineral yang terbakar pun relatif berimbang. Jumlah ini relatif lebih turun dibanding karhutla hebat di tahun 2015 mencapai 2,61 juta Ha. Di tahun 2016, sebanyak 438.350 Ha lahan terbakar, dan di tahun 2017 sebanyak 150.457 Ha.

Baca Lainnya : Jelang Lebaran, BMKG Deteksi Tiga Titik Panas di Aceh

"Kami juga melibatkan masyarakat peduli api di 1.000 desa rawan karhutla. Patroli karhutla juga disiagakan, termasuk pada libur Lebaran kemarin," ucapnya.

Sejumlah helikopter milik KLHK dan BNPB juga sudah disiagakan di Sumsel dan Riau untuk membantu proses pemadaman. Teknologi modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan buatan pun sudah dilakukan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Paparan Radiasi Nuklir di Laut Cina Selatan Tidak Terbukti

Peristiwa   22 Nov 2019 - 23:11 WIB
Bagikan: