Lebaran Berlalu, Kenapa Harga Daging Ayam Masih Tinggi?

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Juni 2018   09:45 WIB

Komentar
Lebaran Berlalu, Kenapa Harga Daging Ayam Masih Tinggi?

Daging Ayam (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Lebaran telah berlalu, sebagian besar masyarakat yang mudik telah kembali ke rumah masing-masing, bahkan beberapa diantaranya telah kembali melakukan aktivitasnya di kantor.

Meski Lebaran telah usai, tapi harga daging ayam di Pasar Cikampek, Karawang, Jawa Barat masih saja tinggi. Bahkan kini kisaran harganya sekitar Rp45.000 per kilogram (kg).

Tingginya harga ayam tersebut naik sebanyak 50 persen dibanding harga normalnya.

Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Pemda, Karawang, Abdul Holik menyebut, harga ayam normalnya dijual sekitar Rp27.000 hingga Rp30.000 per kg.

Tapi karena harga dari agennya ikut melambung terpaksa para pedagang turut menaikkan harga di pasar menjadi Rp45.000 per kg.

“Harga sebenarnya sudah turun jika dibanding H-1 Lebaran yang mencapai Rp50.000 sampai Rp55.000 per kg. Setelah Lebaran ini masih banyak permintaan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan rumah makan," ucap Abdul Holik, Kamis (21/06).

Pedagang daging ayam lainnya, Nenti membenarkan harga sampai sekarang belum normal bahkan cenderung turun sedikit.

"Harganya masih Rp55.000 per ekor. Harganya masih segitu belum turun habis lebaran," ucapnya.

Menurutnya pasokan daging ayam di pasar masih minim karena dari bandar juga masih langka, hal inilah yang membuat harga daging ayam melonjak. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Perintahkan Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi

Peristiwa   25 Sep 2020 - 09:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: