Rawan Terbakar, Pendaki Gunung Merbabu Dilarang Merokok

TrubusNews
Binsar Marulitua
21 Juni 2018   09:30 WIB

Komentar
Rawan Terbakar, Pendaki Gunung Merbabu Dilarang Merokok

Gunung Merbabu (Foto : Trubus.id/Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Badan Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Kabupaten Boyolali mengimbau para pendaki Gunung Merbabu ikut waspada melakukan langkah antisipasi mencegah kebakaran hutan saat kemarau. Di antaranya dengan tidak membuat api serta menyalakan rokok.

"Kami mengimbau para pendaki untuk waspada, dan tidak membuat api unggun, menyalakan rokok saat melakukan pendakian Gunung Merbabu sebagai langkah antisipasi kebakaran pada musim kemarau," kata Kepala Sub-Bagian Tata Usaha BTNGMb Johan Setiawan di Boyolali. 

Menurut Johan Setiawan pihaknya juga sudah mengingatkan semua pengelola resort pintu pendakian Gunung Merbabu untuk memberikan sosialisasi kepada para pendaki terkait larangan membuat api unggun dan menyalakan rokok.

Baca Lainnya : Hutan di Lereng Gunung Lawu Terbakar, Sampai Siang Ini Belum Padam

"Petugas pintu dan jalur pendakian Gunung Merbabu juga ditekankan agar memberi pengetahuan pendaki. Ada lima pintu jalur pendakian Merbabu, antara lain Selo (Boyolali), Tekelan (Salatiga), Cuntel (Salatiga), Wekas, dan Suwanting (Kabupaten Magelang).

Menurut dia, memasuki musim kemarau sangat rawan terjadi kebakaran. Jika sudah terjadi kebakaran dan merembet ke kawasan puncak Merbabu, maka sangat sulit dipadamkan, sehingga upaya antisipasi harus digalakkan.

Bahkan, pada musim liburan Lebaran tahun ini, terjadi peningkatan jumlah pendaki yang cukup signifikan di kawasan Gunung Merbabu. Jumlah pendaki itu mencapai ratusan orang. Pihaknya meminta masyarakat dan pendaki untuk berhati-hati dan tidak berbuat ceroboh membuat api.

Baca Lainnya : Kawasan Wisata Pantai Diserbu Pengunjung, Puluhan Personel Basarnas Turun Gunung

Menurut dia, peristiwa kebakaran hutan Gunung Merbabu pernah terjadi pada 2015, dan menghanguskan sekitar 600-an hektare lahan di kawasan TNGMb. Pihaknya  berharap kejadian itu tidak terulang lagi pada tahun ini.

Selain itu, pihaknya juga bersama masyarakat dan instansi terkait melakukan deteksi dini dengan cara patroli intensif dan mensosialisasikan  himbaun antisipasi kebakaran dengan memasang papan-papan.   

"Kami mengajak masyarakat sekitar hutan seperti Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Mitra Polhut dan komponen lainnya secara bergantian melakukan patroli  untuk mendeteksi dini kemungkinan munculnya titik api," katanya.

Bahkan, komponen warga yang tergabung dalam MPA cukup aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat di pinggir kawasan. [NN]



 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: