Ombudsman Soroti Peristiwa Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

TrubusNews
Karmin Winarta
20 Juni 2018   07:44 WIB

Komentar
Ombudsman Soroti Peristiwa Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Ombudsman Soroti Peristiwa Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba Trubus.id - Peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara pada Senin (18/6/2018) menjadi perhatian Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Abyadi Siregar mengatakan, pihaknya meminta peristiwa ini dijadikan sebag (Foto : Reza Perdana)

Trubus.id -- Peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara pada Senin (18/6/2018) menjadi perhatian Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. 

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Abyadi Siregar mengatakan, pihaknya meminta peristiwa ini dijadikan sebagai momentum untuk melakukan penataan terhadap pengawasan kapal-kapal layak berlayar di kawasan Danau Toba.

"Supaya ini menjadi perhatian serius bagi Dinas Perhubungan provinsi maupun Dinas Perhubungan kabupateb/kota di sekitar Danau Toba," kata Abyadi, Selasa (19/6/2018). 

Abyadi menyebut, yang menjadi persoalan selama ini dari beberapa kali peristiwa tenggelamnya kapal di Danau Toba adalah mengenai kelebihan penumpang dan tidak adanya standar keselamatan kapal, seperti tidak ada pelampung. 

"Yang kita lihat kemarin melalui video yang beredar, penumpang itu berlompatan dari kapal tanpa satu pun memakai pelampung. Itu berarti kapal tidak punya standar keselamatan," sebutnya.

Abyadi mengungkapkan, standar keselamatan penumpang harus benar-benar menjadi perhatian serius, sehingga dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan menekan angka korban jiwa.

"Jika memang cuaca buruk dan terjadi kecelakaan, paling tidak dengan memenuhi standar-standar itu, kita bisa meminimalisir jumlah korban," ungkapnya.

Dijelaskan, standar keselamatan penumpang telah diatur dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 73 tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sungai dan Danau.

"Sudah ada aturan, misalnya berapa jumlah kapasitas penumpang dan bagaimana standar keselamatannya. Itu saja ditaati dan dipenuhi," tegas Abyadi.

Abyadi juag mempertanyakan pengawasan kapal-kapal di kawasan Danau Toba. Sebab dari informasi yang diperoleh pihaknya, unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera yang ada di kawasan tersebut sering tidak ada petugasnya.

"UPT itu jangan sekadar ada, tapi juga harus berfungsi melakukan pengawasan," ungkapnya.

Abyadi mengaku sudah menghubungi Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, M. Zein, untuk mengingatkan agar peristiwa ini menjadi momentum untuk melakukan perbaikan.

"Kadishub menyatakan kesiapannya melakukan perbaikan," terang Abyadi.

Terkait oeristiwa ini, Tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan dan mengevakuasi 19 orang penumpang KM Sinar Bangun. Dari jumlah tersebut, 18 orang dinyatakan selamat, satu orang meninggal dunia bernama Tri Suci Ulandari (24) asal Aceh Tamiang. (RN)

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: