Proyek Alat Susuk KB Dikorupsi, Kepala BKKBN Jadi Tersangka

TrubusNews
| Followers 0
16 Sep 2017   08:00

Komentar
Proyek Alat Susuk KB Dikorupsi, Kepala BKKBN Jadi Tersangka

Ilustrasi (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Kejaksaan Agung menetapkan tersangka Kepala BKKBN, SCS, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat KB II batang/implant tiga tahunan plus inserter tahun anggaran 2015. Kasus ini terjadi di tahun 2015.

Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Arminsyah mengatakan, SCS diduga melakukan intervensi dalam penyusunan harga perkiraan sendiri dan bekerjasama dengan sejumlah pihak.

Selain itu, SCS juga telah mengabaikan hasil kajian cepat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang telah memberi peringatan dalam proses pengadaan.

"Motifnya kemalahan harga, terus persekongkolan dalam penyertaan dan penggunaan harga penawaran, dukungan publik hanya pada satu pihak. Serta tidak menghiraukan hasil kajian cepat BPKP yang sudah memberi peringatan dalam proses pengadaan," ujar Arminsyah di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (15/9/2017).

Ungkap Arminsyah, SCS ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (14/9) kemarin. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, SCS belum ditahan. Rencananya Kejagung akan kembali memanggil SCS sebagai tersangka pada minggu depan.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan tiga tersangka lainnya, yaitu Direktur Utama PT TNF berinisial YW, Direktur PT DBA berinisial LW, dan serta mantan Kasi Sarana Biro Keuangan BKKBN berinisial KT.

Kasus ini bermula saat Satuan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melaksanakan kegiatan pengadaan Susuk KB II/Implant Batang Tiga Tahunan Plus Inserter pada 2014 dan 2015. Pagu anggaran saat itu sebesar Rp 191 miliar yang bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN.

Pada saat proses pelelangan berlangsung, terdapat penawaran harga yang dimasukkan oleh para peserta lelang berada dalam satu kendali yakni, PT DBA.

PT DBA sendiri juga sebagai peserta lelang sehingga harga-harga tersebut adalah harga yang tidak wajar dan menyebabkan rendahnya tingkat kompetensi. [AG]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Mentan Amran: Mau Kaya, Jadi Petani!

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: