KLHK Siap Bangun Pusat Daur Ulang Sampah di Labuan Bajo

TrubusNews
Astri Sofyanti
18 Juni 2018   17:00 WIB

Komentar
KLHK Siap Bangun Pusat Daur Ulang Sampah di Labuan Bajo

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Guna menanggulangi permasalahan sampah di kawasan wisata Labuhan Bajo, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan membangun pusat daur ulang sampah di tempat wisata yang berada di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

“Untuk menangani masala sampah, KLHK akan membangun pusat daur ulang,” jelas Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Eden Klakik di Kupang, Senin, (18/6).

Baca Lainnya : Pulau Komodo dan Labuan Bajo Dipenuhi Sampah, Ini yang Dilakukan KLHK

Pembangunan pusat daur ulang juga akan dilanjutkan dengan pendampingan pengelolaan sampah di Labuan Bajo dan TN Komodo, permodelan pengelolaan sampah pulau di Pulau Messa dan pengadaan kapal sampah.

Lebih lanjut Eden mengatakan, masalah sampah di Labuan Bajo menjadi persoalan serius yang terus-menerus disoroti wisatawan, para pelaku usaha, dan pemerintah pusat.

"Produksi sampah di Kota Labuan Bajo tercatat sampai saat ini mencapai 112 meter kubik per hari dengan jenis yang beragam," paparnya.

Eden menjelaskan bahwa permasalahan sampah di daerah wisata dengan ikon komodo yang telah mendunia ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam negeri. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi masalah sampah di tempat tersebut.

Sebelumnya, Kepala Otoritas Taman Nasional Komodo (TNK) Sudiyono mengatakan, produksi sampah di dalam kawasan TNK mencapai 650 kilogram lebih per hari. Di antaranya 27 persen sampah plastik, 29 persen sampah kertas, 1 persen sampah kaca atau gelas, 1 persen sisa makanan, dan 41 persen sampah residu atau sisa bangunan dari aktivitas konstruksi.

Baca Lainnya : Kendalikan Sampah, KLHK Proteksi Labuan Bajo dengan PDU

Upaya penanganan sampah di lokasi wisata, seperti Loh Liang dan Loh Buaya, sejauh ini dilakukan dengan cara ditimbun untuk jenis sampah organik. Sementara itu, penanganan sampah di lokasi wisata, seperti Pulau Padar dan Gili Lawa, yang belum terdapat pos pengamanan masih dilakukan secara reguler melalui kegiatan bersih pantai.

Menurutnya sampah di kawasan TNK memang terus bertambah seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan setiap tahunnya. Karena itu, langkah kongkrit dibutuhkan untuk menanggulangi masalah ini. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: