Permintaan Meningkat, Selama Lebaran Bulog Sampit Habiskan 4,25 Ton Daging Beku

TrubusNews
Binsar Marulitua
17 Juni 2018   15:00 WIB

Komentar
Permintaan Meningkat, Selama Lebaran Bulog Sampit Habiskan 4,25 Ton Daging Beku

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Permintaan daging beku di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, selama bulan Suci Ramadan lalu ternyata cukup tinggi.

"Selama Ramadan kemarin total daging beku yang kami jual sebanyak 4,25 ton. Permintaan selama Ramadan tahun ini memang lumayan tinggi," kata Kepala Seksi Harga Pasar, Pengadaan dan Pelayanan Publik Bulog Sub Divisi Regional Sampit, Wanto di Sampit, Sabtu (16/6).

Bulog Sampit menjual daging beku kerbau sejak bulan suci Ramadan tahun lalu dengan tujuan menjaga kestabilan harga daging. Tiap tahun permintaan daging beku terus meningkat.

Baca Lainnya : Gelar Pasar Murah, Pemkot Jambi Sediakan 1000 Paket Sembako dan 1 Ton Daging Beku

Harga daging beku kerbau dijual hanya Rp80.000 per kilogram, jauh lebih murah dibanding daging sapi segar yang harganya Rp130.000 per kilogram. Penjualan daging beku diharapkan mampu mencegah harga naik tinggi.

Namun di akhir Ramadan, kenaikan tinggi harga daging sapi tidak bisa dihindari. Harga daging sapi mencapai Rp180.000 per kilogram, sementara daging beku yang dijual Bulog Sampit sudah habis.

Bulog Sampit rencananya kembali mendatangkan daging beku setelah lebaran ini. Permintaan daging beku terus meningkat karena makin diminati masyarakat.

Baca Lainnya : Distan Babel Gelar Pasar Murah, Daging Sapi dan Ayam, Ludes Diserbu Warga

"Pembelinya tidak hanya dari Sampit, tetapi juga dari kecamatan luar kota seperti Parenggean dan Mentaya Hulu. Mereka sudah merasakan bahwa rasa daging kerbau dan daging sapi hampir tidak ada bedanya," kata Wanto.

Lia, salah seorang warga mengaku membeli daging segar karena membutuhkan untuk hidangan hari raya meski harganya mahal. Tingginya harga daging sapi diakui cukup terasa membebani pengeluaran belanja.

Baca Lainnya : Harga Daging Ayam Belum Juga 'Aman', Gara-gara Ulah Spekulan?

"Memang ada daging beku dijual Bulog, tapi saya belum biasa membeli karena itu kan daging kerbau. Pas hendak mencoba membeli, ternyata sudah habis. Akhirnya tetap membeli daging sapi meskia mahal," kata Lia.

Masyarakat berharap pemerintah mengawasi fluktuasi harga kebutuhan pokok dan mengambil langkah jika terjadi kenaikan harga yang terlalu tinggi. Pemerintah harus melakukan langkah nyata membantu meringankan beban masyarakat. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

KKP Hentikan Sementara SPWP Ekspor Benih Bening Lobster

Peristiwa   26 Nov 2020 - 17:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan: