Tiga Triliun Ton Es Hilang dari Benua Antartika Penyebab Naiknya Permukaan Laut Global

TrubusNews
Binsar Marulitua
16 Juni 2018   09:00 WIB

Komentar
Tiga Triliun Ton Es Hilang dari Benua Antartika Penyebab Naiknya Permukaan Laut Global

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dalam 25 tahun, Antartika mengalami percepatan lelehan es sebanyak tiga triliun ton. Akhir dari lepasnya es ke laut telah membawa kontribusi terhadap naiknya permukaan air laut secara global yang menjadi hulu dari segala bencana alam lainnya. 

Satelit yang memantau keadaan Benua Putih tersebut menunjukkan sekitar 200 miliar ton per tahun hilang ke laut. Hal ini mendorong naiknya permukaan laut global hingga 0.6mm per tahun, peningkatan tiga kali lipat sejak 2012 ketika penilaian terakhir dilakukan.

Para ilmuwan telah melaporkan pembaharuan sesuai dengan hasil penelitian terbaru. Untuk hal tersebut  pemerintah perlu memperhitungkan informasi dan trennya yang semakin cepat karena mereka merencanakan pertahanan masa depan untuk melindungi masyarakat pesisir dataran rendah. 

Baca Lainnya : Perubahan Iklim Bikin Antartika Jadi Hijau, Pertanda Apakah Ini?

Lebih lanjut, para peneliti mengonfirmasi bahwa lelehan es terbanyak terjadi di bagian barat benua tersebut. Di mana air bertambah hangat  dan semakin menenggelamkan dan melelehkan bagian depan gletser yang berakhir di lautan.

"Kami katakan adalah bahwa itu terlalu hangat untuk Antartika hari ini. Ini sekitar setengah derajat Celcius lebih hangat ketahanan relatif suhu rata-rata  bisa bertahan dan itu mencair sekitar lima meter es dari pangkalannya setiap tahun. Itulah yang memicu kontribusi permukaan laut," jelas Prof Andrew Shepherd, yang memimpin latihan Mass Sheet Intervaling Ice Balance (Imbie). 

Badan antariksa telah menerbangkan satelit di atas Antartika sejak awal 1990-an. Sejak saat itu Uni eropa memiliki catatan observasi yang tidak terputus pada parameter penghitungan awal.

Baca Lainnya : Suhu Air Laut Tentukan Jumlah Ikan, Ini Kata BMKG

Pesawat ruang angkasa ini dapat mengetahui seberapa banyak es yang hadir dengan mengukur perubahan ketinggian lapisan es dan kecepatan di mana ia bergerak menuju laut. Misi khusus juga memiliki kemampuan untuk menimbang lapisan es dengan merasakan perubahan tarikan gravitasi saat mereka melintas di atas kepala.

Tugas Imbie adalah untuk memadatkan semua informasi ini menjadi satu narasi tunggal yang paling menggambarkan apa yang terjadi di Benua Putih. Glaciologists biasanya berbicara tentang tiga wilayah berbeda karena mereka berperilaku sedikit berbeda satu sama lain. Di Antarktika Barat, yang didominasi oleh gletser yang mengakhiri laut, kerugian yang dinilai telah meningkat dari 53 miliar menjadi 159 miliar ton per tahun selama periode penuh dari tahun 1992 hingga 2017.

Di semenanjung Antartika yang mengarah ke Amerika Selatan, kerugian telah meningkat dari tujuh miliar menjadi 33 miliar ton per tahun. Para ilmuwan mencermati hal tersebut karena sebagian besar platform es mengambang di depan beberapa gletser yang telah runtuh. Hal ini  memungkinkan es yang berada di bagian paling belakang mengalir lebih cepat.

Baca Lainnya : Sambut Hari Laut Sedunia, KKP Gencarkan Kampanye

Antartika Timur yang merupakan sebagian besar benua adalah satu-satunya wilayah yang menunjukkan kekuataan untuk bertahan dari perubahan temperatur air laut.

Sebagian besar wilayah ini pada dasarnya terletak di luar samudra dan malah menangkap salju dari tempat lain . Terlebih di tempat ini  tidak terpengaruh pada kekuatan leleh yang sama dari tempat lain. Tetapi, meskipun lelehan melambat, jumlah total  lelehan berjalan sekitar lima miliar ton per tahun.

Hasil dari laporan tim Imbie kepada Jurnal nature menekankan bahwa pertumbuhan es tidak dapat mengimbangi proses lelehan es yang  terjadi di Barat dan di semenanjung lainnya. Secara global, permukaan laut meningkat sekitar 3mm per tahun. 

Baca Lainnya : Hari Laut Dunia, Indonesia Termasuk Pencemar Terbesar

Angka ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk perluasan lautan saat mereka hangat. Tapi yang jelas dari penilaian Imbie terbaru adalah Antartika menjadi pemain penting.

"Peningkatan tiga kali lipat sekarang menempatkan Antartika dalam bingkai sebagai salah satu kontributor terbesar terhadap kenaikan permukaan laut. Secara total, Antartika telah menumpahkan sekitar 2,7 triliun ton es sejak tahun 1992, sesuai dengan peningkatan permukaan laut global lebih dari 7.5mm." kata Prof Shepherd, seperti dikutip pada BBC Inggris. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: