Buru Pembunuh Bunta, BKSDA Aceh Gelar Sayembara Berhadiah Rp10 Juta

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
11 Juni 2018   14:00

Komentar

Ilustrasi (Foto : Doc/ KSDAE KLHK)

Trubus.id -- Kematian gajah jinak di CRU Serbajadi di Aceh Timur, Aceh membuat geram banyak pihak. Bagaimana tidak, seteganya itu pelaku membunuh gajah yang kerap membantu mengusir gajah liar dari pemukiman warga itu.

Bunta, gajah berusia 27 tahun yang tewas diracun itu cukup berjasa untuk masyarakat. Karena itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh berharap pelakunya segera ditangkap.

Baca Lainnya : Gajah Jinak Penengah Konflik Satwa dan Manusia, Mati Diracun dan Gadingnya Dicuri

Bahkan agar pelakunya cepat diringkus, BKSDA Aceh menggelar sayembara untuk mencari pembunuh Bunta. Tidak tanggung-tanggung, pemberi informasi akurat keberadaan pelaku akan dihadiahi uang Rp10 juta. 

"(Sayembara ini) Sampai (pelakunya) dapat. Termasuk kalau polisi yang ungkap hadiahnya ya diberikan ke polisi. Kan siapa pun," kata Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo, Senin (11/6).

Informasi sayembara ini awalnya ditulis Sapto pada akun Facebook-nya. Dalam statusnya, Sapto menulis: BKSDA Aceh dan mitra akan memberikan hadiah Rp 10 juta bagi siapapun yang bisa memberi informasi akurat pembunuh Bunta. #BuruPembunuh.

Gajah jantan jinak bernama Bunta berusia sekitar 27 tahun tewas dibunuh di CRU Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (9/6). Satwa dilindungi tersebut diduga diracun. Sebelah gadingnya hilang karena dipotong pelaku. 

Pada Minggu (10/6), tim gabungan melakukan nekropsi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengambil sampel jantung, limpa, usus dan ginjal untuk diuji pada laboratorium. Selain itu, petugas juga mengambil sisa patahan gading sebelah kiri sepanjang 46 sentimeter (sisanya hilang).

Baca Lainnya : Kawanan Gajah Liar Ngamuk, Sawah Satu Hektare Siap Panen Rusak Parah

"Dianosa sementara tim medis BKSDA Aceh adalah toxicosis, berdasarkan kerusakan dan perubahan organ-organ usus mengalami pendarahan, jantung nekrosis dan hiperemi, pembengkakan (oedema) dan sianosis pada paru, oedema (pembengkakan) hati, cairan di rongga dada sangat keruh dan adanya buah kuini di dalam usus. Serta ditemukan buah tersebut didekat bangkai satwa ditemukan," ungkap Sapto. [RN]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Menhub Budi Karya Apresiasi Petugas Perlintasan di Medan

Thomas Aquinus Krisnaldi   Peristiwa
Bagikan: