KLHK Sita Ratusan Satwa Opsetan dari Tangan Warga Amerika di Papua

TrubusNews
Syahroni
11 Juni 2018   08:00 WIB

Komentar
KLHK Sita Ratusan Satwa Opsetan dari Tangan Warga Amerika di Papua

Barang bukti satwa opsetan yang disita petugas. (Foto : Doc/ KLHK)

Trubus.id -- Berbagai upaya dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melindungi satwa endemik Indonesia. Tak hanya dari perburuan, KLHK juga terus mengusut kasus jual beli satwa yang telah diawetkan. 

Penegakkan hukum pun dilakukan untuk memberi efek jera pada pelakunya. Seperti yang kini tengah dilakukan pada seorang warga negara asing berinisial WJM (43).

Baca Lainnya : 8 Truk Barang Bukti Hasil Kejahatan Satwa Liar dan Tumbuhan Langka, Dimusnahkan KLHK

Warga asal Amerika Serikat (AS) ini sebelumnya diamankan di Bandara Sentani, Papua saat berusaha menyelundupkan ratusan opsetan (hewan yang diawetkan) satwa dilindungi, (13/1) lalu.

Kulit binatang yang telah diopset disita petugas KLHK. (Foto: Doc/ KLHK)

Saat ini, Tim Penyidik Balai Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Wilayah Maluku Papua, telah siap menyerahkan berkas tersangka WJM (43), dan barang bukti opsetan satwa dilindungi, kepada Kejaksaan Tinggi Papua. Penyerahan tersebut akan dilakukan setelah libur Idulfitri nanti.

“Upaya proses yustisi ini adalah upaya penegakan hukum untuk melindungi sumber daya alam di wilayah kerja Balai Gakkum Maluku-Papua,” kata AG Marthana, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Maluku Papua dalam keterangan resminya, Minggu (10/6).

Ia menjelaskan, dari penangkapan tersebut, diperoleh barang bukti berupa 220 opsetan berbagai jenis burung, dua opsetan tikus, satu opsetan kuskus, 34 lembar kulit satwa mamalia, dan lima lembar kulit reptil.

Baca Lainnya : Melalui MoU, KY Dukung KLHK untuk Penyelesaian Perkara LHK

Atas kejahatan ini, penyidik menetapkan WJM sebagai tersangka, dengan ancaman penjara paling lama lima tahun, dan denda paling banyak 100 juta rupiah, karena telah melanggar Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Pasal 21 Ayat 2 Huruf b, c, dan d juncto Pasal 40 Ayat 2. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: