Gajah Jinak Penengah Konflik Satwa dan Manusia, Mati Diracun dan Gadingnya Dicuri

TrubusNews
Syahroni
10 Juni 2018   19:05 WIB

Komentar
Gajah Jinak Penengah Konflik Satwa dan Manusia, Mati Diracun dan Gadingnya Dicuri

Ilustrasi (Foto : Doc/BKSDA)

Trubus.id -- Keji. Seekor gajah di Conservasi Respon Unit (CRU) Kabupaten Aceh Timur, Aceh, ditemukan mati. Yang mengenaskan, salah satu gading gajah jinak yang kerap membantu mengatasi konflik antara manusia dengan satwa itu, hilang dari tempatnya.

Adalah Bunta, nama gajah tersebut. Bunta ditemukan sudah tak bernyawa di Dusun Jamur Batang, Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Sabtu (9/6) malam. Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro mengatakan, kuat dugaan Bunta mati diracun orang yang dikenalnya.

Baca Lainnya : Ditinggal Induk Usai Kena Jerat Pemburu, Anak Gajah Ini Diselamatkan Warga

"Matinya satu ekor gajah di CRU. Yaitu unit yang menangani konservasi, khususnya penanganan konflik manusia dengan satwa liar," kata Wahyu dalam keterangannya di Banda Aceh, Minggu (10/6).

Ia mengatakan, modus pelaku dengan memberikan makanan berupa mangga dan pisang yang sudah dicampur racun. Akibatnya, usai memakan makanan pemberian pelaku, Bunta meregang nyawa.

"Lalu pelaku mengambil salah satu gading gajah tersebut dengan memotong (bagian) pipi gajah," tuturnya.

Dia menambahkan, penemuan gajah yang diketahui pernah ikut menyambut Leonardo Dicaprio ini berawal dari informasi Mahot atau pawang bernama Saifuddin. Saat itu, Mahot tersebut hendak memindahkan Bunta. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), sang Mahot melihat dan menemukan Bunta sudah mati.

"Mengetahui kejadian tersebut, Mahot atau penjaga gajah yang bertugas di CRU Serbajadi memberitahukan kejadian tersebut ke Polsek Serbajadi, untuk proses penyelidikan lebih lanjut," lanjut Wahyu.

Baca Lainnya : Proyek Pembangunan Jalan Tol Riau Akan Dilengkapi Jalur Khusus Gajah

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA), Sapto Aji Prabowo mengutuk dan mengecam pembunuhan gajah bernama Bunta itu. Sebab selama ini, gajah jinak tersebut sudah berperan banyak membantu mengatasi konflik antara satwa dan manusia.

"Gajah yang justru membantu masyarakat mengatasi konflik kok tega-teganya dibunuh," kata Sapto terpisah. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: