Mudahkan Pengawasan, Surabaya Akan Bangun Rumah Potong Khusus Unggas

TrubusNews
Ihsan Maulana
10 Juni 2018   15:00 WIB

Komentar
Mudahkan Pengawasan, Surabaya Akan Bangun Rumah Potong Khusus Unggas

Ilustrasi (Foto : Trubus.id / Ihsan Maulana)

Trubus.id -- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Kota Surabaya menyatakan, pihaknya siap membangun rumah potong khusus unggas di Kelurahan/Kacamatan Lakarsantri pada tahun 2019 mendatang.
     
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Surabaya, Djustamadji menyebutkan, tempat pemotongan unggas ini rencananya akan bersatu dengan pasar unggas di Lakarsantri.

Baca Lainnya : Kerja Sama Dengan FAO, Kementan Bina Pasar Unggas yang Sehat
     
"Selama ini tempat khusus pemotongan unggas memang belum ada di Surabaya. Biasanya, ayam dan bebek itu  dipotong di berbagai tempat, termasuk di pasar-pasar," ujarnya, Minggu (10/6).
     
Ia menambahkan, dengan tidak adanya tempat khusus pemotongan unggas, maka pihaknya tidak bisa memantau cara pemotongan dan kesehatan unggas karena relatif tersebar di berbagai tempat.
     
"Misalnya jika kena flu burung tentu sangat berbahaya," imbuhnya. 
   
Terkait dengan ini, pihaknya berharap agar setiap unggas yang akan dijual ke pasar, nantinya bisa dipotong di rumah potong unggas itu. Sehingga pengawasan bisa dilakukan secara maksimal pada kesehatan unggas yang dipotong.
   
Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rumah Potong Unggas. Yang dalam raperda ini, nantinya akan mengatur mekanisme unggas yang dijual di Surabaya, harus lebih dulu dipotong di rumah potong unggas.
     
"Sekarang kami sedang mengkaji membuat raperda rumah potong unggasnya, dengan melibatkan instansi terkait dan kalangan akademisi. Jika sudah tuntas, nanti akan dibahas di dewan," imbuhnya. 

Baca Lainnya : Diduga Terserang Flu Burung, 788 Ekor Unggas di Minahasa Mati Mendadak
     
Diperkirakan, pembangunan pasar unggas ini bakal dilakukan di belakang Kantor Kelurahan Lakarsantri pada 2019. Sementara anggaran pembangunannya, akan sepenuhnya memakai APBD Kota Surabaya, meski demikian ia tidak ingat besaran anggaran yang dibutuhkan, termasuk berapa stand unggas yang ada.
     
"Saya lupa karena sudah setahun lalu DED-nya. Yang pasti pasar unggas dan tempat potong akan dikelola Pemkot Surabaya," tandasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: