Dengan Bibit Asal Taiwan, Produksi Bawang Putih Bisa Alami Peningkatan

TrubusNews
Syahroni
09 Juni 2018   06:00 WIB

Komentar
Dengan Bibit Asal Taiwan, Produksi Bawang Putih Bisa Alami Peningkatan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kebutuhan konsumsi bawang putih di Indonesia masih sangat tinggi. Namun sayangnya, untuk memenuhi kebutuhan itu, Indonesia masih mengandalkan impor.

Karena itu, guna memutus ketergantungan impor, pemerintah melalui Kementerian Pertanian menargetkan pada tahun 2021, Indonesia sudah bisa swasembada bawang putih sendiri. Untuk mewujudkannya, Kementan terus mendorong petani dan pelaku usaha untuk menanam bawang putih lebih luas pada tahun ini. 

Baca Lainnya : Petani Bawang putih Mogok Tanam, Kualitas Benih Buruk

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto berharap penanaman bawang putih tahun ini bisa lebih banyak. Sebab, bibit bawang putih impor dari Taiwan cocok dengan kondisi tanah Indonesia. Bibit bernama Great Black Leaf (GBL) itu bisa menghasilkan 10 ton hektar.

"Melihat hasil panen yang melimpah, ditambah lagi dengan bawang putih GBL asal Taiwan yang terbukti bisa menghasilkan, kami berharap penanaman bawang putih pada tahun 2018 bisa lebih luas dan masif," ungkap Prihasto dalam keterangan tertulis, Jumat (8/6/2018).

Hal itu disampaikan Prihasto dalam kunjungannya ke lahan budidaya bawang putih Kecamatan Parakan, Bansari dan Kledung, Kabupaten Temanggung sekaligus meninjau gudang penyimpanan calon benih, pada Kamis (7/6) kemarin.

Dengan adanya bibit impor tersebut, pria yang akrab disapa Anton itu mengatakan petani dan importir tak perlu cemas untuk menanam bawang putih. Sebab bibit tersebut sudah terbukti bisa beradaptasi dan menghasilkan di Indonesia.

"Petani dan para importir tidak perlu cemas atau ragu untuk menanam bawang putih, karena benih dari hasil panen saat ini sudah terbukti mampu tumbuh, berumbi dan menghasilkan", tambah Anton. 

Baca Lainnya : Bulan Mei Ini, Kementan Target 1.300 Hektare Lahan Bawang Putih Sudah Siap Tanam dan Panen

Anton menyampaikan, Direktorat Jenderal Hortikultura siap memfasilitasi para importir bawang putih yang bermitra dengan kelompok tani binaan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota untuk kerja sama penanaman bawang putih di dalam negeri. 

"Tahun ini diperkirakan 7.400 hektar penanaman bawang putih akan ditanam oleh importir bekerjasama dengan kelompok tani sebagai wujud komitmen wajib tanam dan wajib menghasilkan bawang putih di dalam negeri," terang Anton. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bina Swadaya Kritisi UU Kontroversial Cipta Kerja

Peristiwa   24 Nov 2020 - 18:26 WIB
Bagikan:          
Bagikan: