Cegah Bencana, KLHK Targetkan Penanaman Pohon di Areal Seluas 230 Hektare

TrubusNews
Syahroni
08 Juni 2018   22:15 WIB

Komentar
Cegah Bencana, KLHK Targetkan Penanaman Pohon di Areal Seluas 230 Hektare

Menteri LHK, Siti Nurbaya. (Foto : Doc/ KLHK)

Trubus.id -- Bumi membutuhkan lebih banyak pohon. Daerah Aliran Sungai pun demikian agar bencana bisa dihindarkan. Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya mengembalikan hijaunya dunia dengan penanaman pohon kembali.

Dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (7/6), Menteri LHK, Siti Nurbaya memaparkan, pada tahun terdahulu, penanaman pohon masih seluas 25 ribu hektare per tahun. Sedangkan penanaman ideal seharusnya menjangkau 200 ribu hektare per tahun. Karena itu, pada tahun terdahulu, bencana belum berhasil dicegah. 

Baca Lainnya : Kota Padang Upayakan Ketersediaan Air Bersih Dengan Penanaman Pohon di Hulu

"Dari pengalaman penanaman pohon tahun-tahun sebelumnya, terdata bahwa rata-rata luas penanaman pohon yang dapat dilakukan dengan dana APBN hanya 25 ribu ha per tahun. Dengan kondisi ini ternyata masih banyak terjadi bencana alam yang terjadi akibat masih luasnya kerusakan alam yang belum tertangani. Idealnya dari kajian kita seharusnya sekitar 200 ribu ha ditanami per tahun," jelas Siti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/6).

Karena itu, tahun 2019 mendatang, KLHK menargetkan penanaman pohon seluas 230 ribu hektare. Bahkan rencana itu sudah dituangkan dalam program Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS). Tidak tanggung-tanggung, pagu anggarannya mencapai Rp3,5 triliun.

"Pagu indikatif KLHK tahun 2019 adalah Rp7,8 T (triliun), dari pagu tersebut dukungan untuk alokasi proyek prioritas nasional adalah Rp4,3 T dan sekitar Rp 3,5T adalah untuk mendukung program pengendalian DAS dan Hutan Lindung," ujar Siti lagi. 

Baca Lainnya : Hari Lingkungan Hidup, KLHK Ajak Kelola Sampah Plastik Lebih Serius

Sementara itu, adapun lokasi penanaman lahan yang totalnya 230 ribu ha tersebut mayoritas merupakan wilayah yang mendukung program prioritas nasional dalam pemeliharaan dan pemulihan sumber air serta ekosistem, yaitu pada 15 ha Danau Prioritas, 65 ha Daerah Tangkapan Air (DTA) Bendungan, 15 ha DAS Prioritas, dan area rawan bencana seluas 164 ribu hektare. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: