Waspada, Jalur Mudik Rawan Longsor dan Kecelakanaan di Sumsel

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
08 Juni 2018   11:00

Komentar
Waspada,  Jalur Mudik Rawan Longsor dan Kecelakanaan di Sumsel

Jalan raya (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Libur Lebaran akan di mulai, Sabtu (9/6) besok, artinya mulai malam nanti banyak masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.

Meski ingin cepat sampat di kampung halaman, pemudik diimbau untuk berkendara secara berhati-hati, terutama ketika melintasi Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal ini karena terdapat sejumlah titik lokasi rawan bencana seperti longsor dan kecelakaan sudah dipetakan.

Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan Sumsel, ada beberapa lokasi yang perlu diwaspadai saat melintas. Daerah rawan kecelakaan dan longsor meliputi Sugi Waras-batas Kabupaten Lahat, Tebing Tinggi-Tanjung Raya, Tanjung Raya-batas Bengkulu, Pagaralam-Tanjung Raya, Talang Padang-Padang Tepong, dan Muara Siban-Simpang Embacang.

Sedangkan lokasi rawan longsor berada di Desa Banuayu (Ogan Komering Ulu), Simpang Martapura-Muara Dua, Simpang Campang-Ujan Mas, Ujan Mas-batas Bengkulu, Muara Dua-Kota Batu, dan Desa Beruge (Musi Banyuasin).

Sementara untuk daerah rawan kemacetan, mayoritas tersebar di Kota Palembang. Ada juga di Jalan Lintas Timur Sumatera yakni di Jalan Indralaya-Palembang, Betung (Banyuasin), dan Sekayu (Muba). Di jalur Lintas Tengah Sumatera berada di Kota Prabumulih, Muara Enim, dan Martapura (OKU Timur).

Untuk itu, pengendara diimbau berhati-hati karena beberapa jalur rentan terjadi banjir jika curah hujan tinggi.

Lokasi rawan banjir yang perlu diwaspadai diantaranya di beberapa kecamatan di Kabupaten Muba.

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Nelson Firdaus mengungkapkan, lokasi rawan tersebut menjadi fokus pengamanan petugas dari sejumlah instansi pemerintahan dengan mendirikan posko mudik. Petugas akan menginformasikan kepada pengendara tentang kondisi jalan yang dilalui.

"Beberapa waktu lalu kita mulai memetakan daerah-daerah rawan terjadi bencana dan kecelakaan jadi saat arus mudik semua pengamanan lebih maksimal serta tim yang bertugas di lapangan menjadi lebih siap," ungkap Nelson di Palembang, Jumat (8/6).

Nelson memperkirakan puncak arus mudik terjadi perbedaan dari masing-masing moda transportasi. Puncak arus mudik angkutan darat diprediksi terjadi pada H-2 sampai H+5, penyeberangan pada H-2 sampai H+2, angkutan laut pada H-3 sampai H+3, kereta api H-3 sampai H+6, dan angkutan udara terjadi pada H-3 sampai H+4 Lebaran.[KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: