Kejar Target Produksi, Kementan Dorong Petani untuk Pakai Bibit Jagung Hibrida

TrubusNews
Syahroni
07 Juni 2018   22:30 WIB

Komentar
Kejar Target Produksi, Kementan Dorong Petani untuk Pakai Bibit Jagung Hibrida

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Target pemerintah untuk mengembalikan kejayaan komoditas pertanian bukan isapan jempol semata. Berbagai upaya pun dilakukan agar target itu tercapai.

Contohnya, pada komoditas jagung yang menarget 33,13 juta ton pada 2025 mendatang, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) akan menyiapkan 40 persen kebutuhan benih jagung hibrida nasional.

Baca Lainnya : Universitas Brawijaya Ciptakan Jagung Ungu, Mentan Minta Dikembangkan

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), Mohammad Ismail Wahab mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas, maka petani harus menggunakan benih jagung hibrida nasional. Saat ini, penggunaan benih benih jagung hibrida masih rendah sehingga produktivitas jagung di Indonesia juga belum tinggi.

"Sekitar 44 persen atau 1,95 juta hektare lahan petani masih menggunakan benih jagung komposit dengan produktivitas rendah," kata Ismail.

Padahal, ia menjelaskan, tingkat produktivitas benih jagung komposit hanya 3,32 sampai 5,31 ton per hektare atau 30 sampai 70 persen lebih rendah dibandingkan jagung hibrida yang mencapai 8,02 sampai10,31 ton per hektare.

Baca Lainnya : Komoditi Jagung Indonesia Cetak Sejarah Baru, Apa Itu?

"Benih jagung hibrida ini memang lebih mahal sekitar 5 kali lipat dibandingkan harga benih jagung komposit,” ungkap Ismail.

Saat ini, Kementan telah menghasilkan sekitar 29 varietas unggul jagung hibrida dengan potensi hasil konsumsi mencapai 13,6 ton per hektare. Untuk memproduksi benih sebar (BR) jagung hibrida tersebut, Balitbangtan melakukan kerja sama lisensi guna memperoleh mitra yang berperan sebagai produsen. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: