Di Tengah Ancaman Kepunahan, 2 Anak Orang Utan Ini Terlahir ke Dunia

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
07 Juni 2018   17:45

Komentar
Di Tengah Ancaman Kepunahan, 2 Anak Orang Utan Ini Terlahir ke Dunia

Orang utan betina bernama Wati dan anaknya. (Foto : SPTN V Bahorok, BBTN Gunung Leuser)

Trubus.id -- Kabar gembira datang dari Taman Nasional Gunung Leuser. Belum lama ini, 2 ekor bayi orang utan lahir di Pusat Pengamatan Orang utan Sumatera (PPOS), yang berbatasan langsung dengan Resort Bukit Lawang Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V – Bohorok, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL).

Bayi orang utan itu terlahir tiga hari yang lalu (04/06). Kedua bayi tersebut dilahirkan dari dua induk orang utan bernama Wati (12) dan Ratna (31). Kelahiran bayi Wati merupakan yang pertama kali. Sedangkan bagi Ratna, ini merupakan anak yang ke delapan.

Baca Lainnya : Kasihan, Dipelihara Warga, Anak Orang Utan Ini Terserang Gizi Buruk dan Cacingan

Hingga saat ini masih belum dapat diketahui jenis kelamin dari dua bayi orang utan tersebut. Petugas belum berhasil mengidentifikasi karena keduanya saat ini masih di bawah perlindungan ketat kedua induknya.

"Saat ini kami pun tidak terlalu memaksakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi orang utan yang baru lahir tersebut, agar tidak terlalu memberi tekanan pada induk dan anakannya", tutur Hotmauli Sianturi, Plt. Kepala BBTNGL dalam keterangan tertulis, Kamis (7/6). 

Diterangkannya, PPOS merupakan bagian dari wilayah zona pemanfaatan TN Gunung Leuser, yang digunakan untuk ekowisata, dan umum dikunjungi turis lokal dan mancanegara.

Meskipun ramai dikunjungi, Hotmauli menambahkan, keberadaan orang utan di lokasi tersebut, tetap bergantung pada pakan alami yang ada di dalam kawasan, sebagai bentuk penerapan upaya konservasi seutuhnya. Terkait hal ini, BBTNGL melakukan monitoring rutin, termasuk ketersediaan pakan alami dan perkembangan populasi orang utan, sebagai bahan pertimbangan kegiatan pengkayaan habitat dan upaya konservasi lainnya.

Baca Lainnya : Menteri LHK Sebut Ratusan Perusahaan Sawit di Kalimantan Tengah Berdiri Diatas Habitat Orang Utan

Sebagai informasi, terdapat 13 kantong populasi orang utan di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, kemungkinan hanya tiga kantong populasi yang memiliki sekitar 500 individu dan tujuh kantong populasi terdiri dari 250 lebih individu. Enam dari tujuh populasi tersebut diperkirakan akan kehilangan 10-15% habitat mereka akibat penebangan hutan sehingga populasi ini akan berkurang dengan cepat.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), selama 75 tahun terakhir, populasi orang utan Sumatera telah mengalami penurunan sebanyak 80%. Dalam IUCN Red List, orang utan Sumatera sudah masuk dikategorikan Kritis (Critically Endangered). [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: