Puluhan Titik Api Pertanda Karhutla Terdeteksi di Riau

TrubusNews
Syahroni
07 Juni 2018   16:15 WIB

Komentar
Puluhan Titik Api Pertanda Karhutla Terdeteksi di Riau

Kebakaran hutan dan lahan. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Meski sempat hilang selama beberapa pekan, titik panas atau hotspot yang menjadi indikasi Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau kembali muncul. Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, hingga Kamis (7/6) pagi, terdeteksi 23 titik yang tersebar di enam kabupaten dan kota di Bumi Lancang Kuning ini.

Kepala BMKG Pekanbaru, Sukisno mengatakan, satelit yang digunakan memantau titik panas mencatat, daerah paling banyak terdapat titi panas adalah Kabupaten Siak. Di wilayah ini terdata 9 titik panas.

Baca Lainnya : Jelang Kemarau, Riau Pertimbangkan  Perpanjang Siaga Bencana Karhutla

"Sisanya di Kabupaten Rokan Hilir 1 titik, Rokan Hulu 2 titik, Kota Dunai 3 titik, Kabupaten Bengkalis 3 titik dan Kabupaten Pelalawan 5 titik," sebut Sukisno, Kamis (7/6) siang.

Dari titik panas yang ada, sambung Sukisno, yang dipercaya sebagai titik api atau telah terjadi kebakaran ada di Kabupaten Siak dan Rokan Hilir. Level kepercayaannya di atas 70 persen.

Sukisno menyebutkan, Riau sudah mulai memasuki musim kemarau kering di mana potensi Karhutla sangat besar. Ada beberapa wilayah yang rawan dan berada di bagian pesisir.

Riau masuk musim kemarau dilihat juga dari mulai berkurangnya intensitas hujan. Dari pagi hingga malam, BMKG memperkirakan cuaca cerah hingga berawan.

"Sampai dini hari juga cerah berawan. Ada potensi hujan tapi ringan di Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi dan Bengkalis," kata Sukisno.

Tak hanya di Riau, titik panas sebagai indikasi Karhutla juga terpantau di provinsi lainnya di Pulau Sumatera. Ditambah Riau, BMKG menyatakan mendeteksi 78 titik panas di Pulau Sumatera.

Baca Lainnya : Jelang Asian Games 2018, BPBD Riau Maksimalkan Pencegahan Karhutla

Riau memang paling banyak dengan 23 titik panas. Kemudian disusul Provinsi Bengkulu sebanyak 19 titik, Sumatera Utara 14 titik, Aceh 10 titik, Jambi 4 titik, Sumatera Selatan 4 titik dan Sumatera Barat 2 titik.

"Selanjutnya untuk Lampung, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau, masing-masing 1 titik," kata Sukisno. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: