Tradisi Mudik Lebaran, Perjalanan Melelahkan untuk Melepas Rindu pada Kampung Halaman

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
07 Juni 2018   06:00

Komentar

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Indonesia memiliki sebuah tradisi unik menjelang Lebaran. Yah, mudik atau pulang ke kampung halaman secara besar-besaran yang dilakukan bersamaan memang merupakan salah satu keunikan yang ada di Indonesia.

Untuk masyarakat Indonesia, mudik adalah momen yang paling ditunggu-tunggu. Bahkan konon, banyak masyarakat non muslim di Indonesia yang ikut merayakan tradisi mudik dengan pulang ke kampung halamannya saat menjelang lebaran.

Mudik sendiri berasal dari kata ‘mulih’ dan ‘dilik’ yang dalam bahasa Jawa artinya pulang sebentar. Terakhir, mudik berasal dari kata “udik” yang bermakna selatan atau hulu, ini merupakan lawan dari kata hilir.

Pada saat Jakarta masih bernama Batavia, pengiriman barang banyak melalui transportasi air, dan saat perahu berangkat melakukan pengiriman orang-orang menyebutnya dengan kata milir atau ke hilir. Dan untuk perahu yang hendak menepi atau ke darat mereka menyebutnya mudik. Disinilah kemudian muncul istilah hilir-mudik. Penyebutan kata milir sampai sekarang masih digunakan di nelayan pantura untuk menunjukkan jika mereka berangkat ke laut.

Asal Muasal Tradisi Mudik

Menurut beberapa literatur, sejarah tradisi mudik di Indonesia konon sudah ada sejak ratusan tahun silam, bahkan sejak masa pemerintahan Majapahit. Saat Kerajaan Majapahit berkuasa sekitar tahun 1293 sampai 1527 M, hampir seluruh kawasan Nusantara menjadi daerah kekuasaannya. Inilah yang kemudian menjadikan penduduk Majapahit bisa berkelana membuka lahan baru dimana saja, untuk dijadikan lahan pertanian dan perkebunan.

Suasana salat Ied di kampung yang penuh dengan kesederhanaan. (Foto: Istimewa)

Mereka yang pergi berkelana hingga ke luar pulau Jawa, kemudian akan pulang kampung saat mendekati hari-hari besar keagamaan. Tujuannya untuk membersihkan makam para leluhur, dan berkumpul dengan sanak saudara. Namun tradisi pulang kampung saat hari besar keagamaan saat itu belum bernama mudik.

Kata mudik untuk menyebutkan pulang kampung saat mendekati hari besar keagamaan baru mulai tenar sekitar tahun 1970an. Saat Ibu Kota Jakarta sedang pesat-pesatnya melakukan pembangunan dan semakin banyaknya perantau yang datang ke Ibu Kota untuk meraup rejeki.

Kini mudik tidak hanya bertujuan untuk membersihkan makam keluarga yang sudah tidak ada, atau untuk berkumpul bersilaturahmi dengan keluarga. Mudik juga kini menjadi waktu berlibur yang tepat bagi keluarga, khususnya mereka yang telah lama hidup di kota dan ingin merasakan ketenangan desa.

Hal ini bisa kita lihat dengan padatnya pusat wisata saat musim mudik lebaran tiba. Banyak pemudik yang memanfaatkan waktu mudik untuk berlibur bersama keluarga, selain karena biasanya terdapat libur panjang, liburan saat mudik juga dinilai lebih bermakna dengan kemacetan yang menjadi ciri khasnya.

Arus Mudik Lebaran 2018

Seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2018 ini, arus mudik diprediksi akan padat seperti biasanya. Menurut survei Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), enam hari menjelang Lebaran (H-6) atau pada Sabtu, 9 Juni 2018, bakal jadi puncak arus mudik.

Lonjakan pemudik di Tol Cipali tahun 2017 silam. (Foto: Doc/ Setkab)

Kemenhub juga memprediksi bakal terjadi peningkatan jumlah pemudik pada semua jenis moda transportasi. Jenis angkutan bus misalnya, naik sebesar 1,76 persen dari tahun lalu dengan jumlah pemudik sekitar 8 juta orang. Adapun, pengguna sepeda motor diprediksi mencapai 8,5 juta orang.

Tujuan Mudik Paling Banyak

Survei yang sama juga menyebutkan bahwa jumlah pemudik terbanyak berasal dari wilayah Jabodetabek dengan tujuan mudik paling banyak ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

Pengunaan kereta api sebagai moda transportasi mudik juga mengalami peningkatan hingga 2,37 persen. Sedangkan untuk jalur laut, penggunaan kapal roro meningkat sebanyak 3,5 persen dan kapal laut sebanyak 1,17 persen. Di sektor penerbangan, jumlah pemudik meningkat sebesar 0,93 persen.

Infrastruktur Penunjang

Sementara itu, terkait infrastruktur penunjang arus mudik, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) pun telah memastikan kesiapannya. Jelang arus mudik Lebaran tahun 2018 ini, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono memastikan, persiapan sarana dan prasarana di lintas Jawa dan Sumatera sudah mencapai 90%.

Pembangunan jalan tol seksi III dan IV Brebes-Tegal-Pemalang di Desa Kalimati, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Foto: Antara/ Oky Lukmansyah)

"Kondisi jalan pada tahun ini tingkat kemantapannya sudah 90%, secara umum lebih baik dibandingkan dengan tahun 2017," ungkapnya di kantor presiden, Rabu (30/5) kemarin.

Ia merinci, khusus untuk jalur di Jawa (Pantura, Lintas Tengah, dan Lintas Selatan), penambahan ruas-ruas tol dan preservasi pada ruas-ruas jalan nasional sudah mencapai 3.943 km.

Basuki menambahkan, untuk tol Jakarta-Surabaya (760 km), yang sudah operasional yakni 525 km dan fungsional 235 km. Begitu juga dengan tol Merak-Pasuruan (995 km) yang operasional 760 km da fungsional 235 km.

"Ada lima ruas tol fungsional, yakni Pemalang-Batang 39 km (progres 78%), Batang-Semarang 74 km (77%), Salatiga-Solo 32 km (63%), Sragen-Ngawi 55 km dan Wilangan-Kertosoo 37 km," jelasnya.

Sementara untuk kesiapan jalan lintas timur Sumatera juga diperkirakan sudah 90%, sehingga sudah siap dilewati. Adapun untuk ruas tol Sumatera 245 km, yang masih fungsional 125 km dan operasional 120 km.

Basuki pun menegaskan, untuk ruas tol yang masih fungsional bisa digunakan tanpa biaya alias gratis. "Yang fungsional itu gratis. Jadi dari Brebes ke Pemalang sana gratis. Gratis karena belum ada tarif yang ditetapkan," katanya.

Polisi Terjunkan Ribuan Personel

Sebagaimana survei Balitbang Kemenhub, pihak kepolisian memprediksi tanggal 8, 9 dan 10 Juni 2018 sebagai puncak arus mudik Lebaran tahun ini. Khusus untuk jalur mudik dari Jakarta ke Jawa dan Sumatera, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan sebanyak 1.273 personel untuk mengamankan jalur mudik.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar Apel Pemeriksaan Kendaraan Operasional Kepolisian Lalu Lintas. (Foto: Doc/ NTMC)

Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf, personel lantas bakal ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan di sepanjang jalur mudik.

"Semua titik jalur Cikampek, kemudian jalur Jagorawi, jalur ke Banten, termasuk di dalam kota, termasuk tempat-tempat pemberangkatan, ada beberapa terminal, stasiun, bandara, ada," ujar Yusuf di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/6) lalu.

Polda Metro juga telah menyiapkan sejumlah check point sebagai sarana istirahat selama berkendara saat mudik Lebaran. Untuk mengurangi tingkat kecelakaan, Yusuf mengimbau masyarakat tidak menggunakan sepeda motor selama mudik dan memakai moda transportasi umum yang telah disiapkan pemerintah.

Kemenkes Cek Kesehatan Pengemudi 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengecek kesehatan para pengemudi bus yang bertugas pada arus mudik Lebaran 2018. Menkes Nila F Moeloek menegaskan, pemeriksaan kesehatan utamanya bakal dilakukan terhadap pengemudi bus antarkota dan antarprovinsi.

Pemeriksaan urin sopir bus jelang arus mudik lebaran. (Foto: Istimewa)

"Akan dilakukan cek kesehatan pengemudi di terminal pada H minus dan H plus sepuluh Lebaran. Tesnya mulai mulai dari wawancara, tes lab gula darah, kadar alkohol, dan narkoba," ujar Nila di Jakarta, Selasa 5 Juni 2018.

Kemenkes juga akan menambah jumlah fasilitas kesehatan yang beroperasi sepanjang libur Lebaran. Itu dilakukan demi mengantisipasi melonjaknya jumlah warga yang mudik pada Lebaran kali ini.

Tips Mudik Bebas Ribet

Meski sudah menjadi agenda rutin tahunan, mudik selalu melekat dengan kesan "ribet". Padahal, segala persiapan serta pelaksanaan bisa berjalan dengan aman dan bebas repot jika dilakukan dengan rencana yang matang. Mulai dari tanggal keberangkatan hingga barang bawaan adalah beberapa hal utama yang perlu disiapkan.

Pemudik menggunakan bajaj. (Foto: istimewa)

Agar tidak kesulitan mengurus berbagai hal, sebaiknya lakukan persiapan mudik sedini mungkin. Untuk memudahkannya, mari simak beberapa tips sederhana pelaksanaan mudik berikut ini.

Perhitungkan budget

Perjalanan mudik tentunya akan mengeluarkan bujet yang tidak sedikit. Karena itu, kamu perlu memperhitungkan budget sebaik mungkin. Mulailah dengan membuat perhitungan hal-hal apa saja yang memerlukan pengeluaran. Setelah itu, akumulasi perkiraan budget bisa disesuaikan dengan tabungan yang dimiliki. Besaran bujet inilah yang akan menentukan akomodasi serta apa saja yang akan digunakan selama perjalanan mudik.

Tentukan durasi mudik

Setelah mengetahui budget yang ditetapkan, kamu bisa menentukan berapa lama durasi mudik. Ada berapa faktor yang harus diperhitungkan, salah satunya jatah cuti bagi para pekerja. Kamu perlu lebih dulu menghitung berapa jatah cuti yang tersisa dan berapa jatah libur yang diberikan oleh Pemerintah. Hal berikutnya yang akan memengaruhi durasi mudik adalah ketersediaan tiket transportasi. Jika sudah mendapatkan opsi terbaiknya, durasi mudik bisa kamu jadikan patokan dalam mengatur jadwal silaturahmi maupun berwisata di kampung halaman.

Beli tiket sedini mungkin

Jika perencanaan budget dan durasi telah rampung, sekarang saatnya memesan dan membeli tiket. Sebaiknya lakukan pembelian tiket sedini mungkin. Selain mencegah kehabisan tiket, kamu pun memiliki kesempatan untuk mendapat harga tiket transportasi umum yang lebih murah.

Persiapkan dokumen penting

Jika mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi, jangan sampai lupa membawa SIM sesuai dengan kendaraan yang dibawa. Selain itu, KTP juga menjadi identitas pribadi yang wajib dibawa ke mana pun dan dengan transportasi apa pun. Selain itu, KTP juga dapat menjadi dokumen pengenal saat terjadi kondisi tak terduga saat perjalanan mudik.

Tinggalkan rumah dalam keadaan aman

Selain mempersiapkan kondisi diri, kamu juga harus mempersiapkan rumah dalam keadaan aman selama mudik. Periksa seluruh pintu dan jendela rumah dalam kondisi yang baik dan tidak mudah dibobol maling. Jika perlu, tambahkan pengaman gembok pada setiap akses masuk rumah. Kamu juga bisa minta bantuan satpam komplek untuk terus mengawasi rumah selama mudik.

Tips Mudik Murah dan Aman Pakai Sepeda Motor

Cara mudik setiap orang pun berbeda-beda ada yang memilih menggunakan perjalanan darat, udara ataupun laut. Meski begitu banyak pemudik yang memutuskan untuk menggunakan jalur darat tak segan-segan untuk mudik menggunakan sepeda motor.

Pemudik menggunakan motor tengah menanti untuk naik ke kapal penyeberangan. (Foto: Istimewa)

Lalu bagaimana cara mudik menggunakan sepeda motor yang aman? Polda Metro Jaya memiliki tips mudik aman dengan mengendarai sepeda motor. Petugas Polda Metro Jaya mengingatkan cara aman mudik menggunakan sepeda motor, antara lain tidak menambah "aksesoris" seperti kayu panjang pada bagian belakang.

"Jangan menambah aksesoris, artinya ada tambahan kayu panjang dikasih barang bawaan itu sangat berbahaya untuk keselamatan lalu lintas," jelas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, di Jakarta, Rabu (6/6).

Selain itu, pihaknya juga mengimbau pemudik memeriksa dan melengkapi kendaraan roda empat dan roda dua yang dipakai, serta pengemudi menjaga kondisi fisik atau memanfaatkan tempat istirahat di beberapa lokasi yang telah tersedia.

"Jangan memaksakan untuk berangkat terus agar cepat sampai tujuan, tapi berhentilah jika menemukan rest area untuk istirahat," ujar Argo.

Argo juga mengatakan selama musim mudik Lebaran, banyak rest area yang disediakan dan bisa digunakan untuk tempat istirahat pemudik.

Pihaknya menegaskan bahwa terdapat beberapa rest area di sepanjang jalan yang masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya, akan ditempatkan sejumlah anggota kepolisian tidak berseragam resmi.

Selain itu menurutnya keberadaan anggota tidak berseragam itu untuk memeriksa dan mengatur keluar-masuk kendaraan milik pemudik yang ada di rest area.

"Jadi tidak semua pemudik tidur di rest area, tapi diatur untuk menjaga barang bawaan," tutupnya.
 
Waspadai Penyakit yang Biasa Menyerang Saat Mudik

Banyak hal yang harus diperhatikan dan tidak bisa dianggap sepele untuk membuat perjalanan mudik terasa nyaman dan kondisi tubuh tetap fit. Mulai dari makanan, minuman, kondisi kendaraan (pribadi), hingga kondisi kesehatan fisik.

Namun perjalanan jauh kerap kali mengundang penyakit meski kita sudah mempersiapkan segala sesuatu sebagai bentuk antisipasi. Adapun berbagai penyakit yang biasanya menyerang saat mudik, antara lain;

1. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

Risiko penularan penyakit saluran pernapasan semakin meningkat ketika berada di ruang udara yang kotor akibat polusi dan debu, terutama jika kamu naik kendaraan umum. Meski  kendaraannya rapat tertutup dari paparan udara kotor di luar, tak menjamin keamanan dari penyakit ini. Gunakan masker sebagai tindak pencegahan, terutama jika kamu pengendara motor.

2. Infeksi Saluran Cerna 

Salah satu situasi yang kerap menimbulkan risiko penyakit infeksi saluran pencernaan adalah terlalu lama terjebak kemacetan perjalanan mudik, sehingga asal membeli makanan ringan yang tidak diketahui kebersihannya, ditambah dengan pola makan yang tidak teratur. Untuk itu sebaiknya suci tangan dengan air bersih tiap kali akan makan, dan sebaiknya memang membawa bekal dari rumah yang kita tahu kebersihannya. Kalaupun tidak memungkinkan, bawalah buah-buahan segar yang telah dicuci terlebih dahulu atau makanan kemasan yang higienis. 

3. Mual, Pusing dan Kelelahan

Gangguan kesehatan lain yang umum selama perjalanan ialah mual, pusing, kelelahan dan stress karena macet. Jangan memaksakan diri dengan meminum obat atau bahan tertentu yang dipercaya sebagian masyarakat dapat meningkatkan daya tahan tubuh sesaat. Istirahatkan tubuh secara berkala, setidaknya setiap empat jam, terutama jika kamu adalah supir. Jangan ragu untuk memanfaatkan tempat istirahat di sepanjang jalur mudik. 

4. Infeksi Jamur 

Risiko infeksi jamur biasanya datang dari kondisi toilet dan sanitasi yang ditemui selama perjalanan mudik dan tidak terjamin kebersihannya. Bahkan, bagi beberapa perempuan, bisa jadi menimbulkan keputihan. Sebagai pencegahan, kamu bisa memilih toilet jongkok di tiap pemberhentian. Untuk perempuan, ganti pembalut/pantyline/pakaian dalam secara berkala untuk menjaga kebersihannya. Jangan lupa cuci tangan yang bersih tiap kali selelsai menggunakan toilet, ya. 

Asupan Makanan untuk Mudik Nyaman

Selain menyenangkan, harus diakui kalau mudik juga cukup melelahkan. Asupan makan pun sering kali terabaikan saat melakukan perjalanan mudik. Prinsip “yang penting kenyang” harus dibuang jauh-jauh saat melakukan perjalanan jauh.

Untuk itu, ada baiknya tetap memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh agar stamina dapat terjaga selama di perjalanan. 

Perlu diperhatikan bahwa saat mudik biasanya dilakukan sebelum Lebaran, yang artinya kamu masih dalam kondisi berpuasa. Terutama bagi kamu yang mengemudi kendaran pribadi atau yang memiliki tujuan mudik cukup jauh dan memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari, berikut beberapa daftar makanan yang perlu dikonsumsi dan yang harus dihindari selama perjalanan mudik.

1. Makanan yang harus dihindari 

Terutama bagi kamu yang berpuasa, saat sahur sebaiknya menghindari beberapa makanan berikut:

Gula

Gula mengandung glukosa sederhana yang dapat membuat tubuh lebih mudah mengantuk. Jadi, hindari penggunaan gula berlebih apalagi yang mengandung pemanis buatan seperti sirup. Minuman manis dapat dikonsumsi saat berbuka puasa, tapi tidak berlebih.

Nasi putih

Mengonsumsi nasi putih memang dapat membuat kita cepat kenyang tapi kadar gulanya yang tinggi dapat membuat tubuh lebih cepat lapar, lelah, dan mengantuk. Pilihlah nasi merah yang dapat membuat kamu kenyang lebih lama.

Gorengan

Kandungan lemak di dalam gorengan membuat metabolisme tubuh berjalan lambat sehingga mudah mengantuk. Apalagi bila sedang kurang fit, gorengan malah bisa membuat sakit tenggorokan. Sediakan pengganti gorengan seperti roti, lemper atau lontong.

Makanan bersantan

Selain dikhawatirkan cepat basi saat dibawa di perjalanan, santan juga  mengandung banyak lemak yang sulit dicerna tubuh. Hal ini akan membuat tubuh lebih mudah lelah dan haus saat puasa.

Sayur kol dan buah nangka

Mengonsumsi sayuran memang dianjurkan saat sahur namun kol, brokoli, kembang kol dan buah nangka punya kandungan gas tinggi yang bisa membuat perut jadi tidak nyaman, perih, hingga kembung. Sebaiknya pilih sayuran seperti mentimun untuk bekal di perjalanan. Selain murah, mentimun juga memiliki sensasi segar saat dimakan dan tidak mudah layu. Untuk buah, pilih buah yang praktis seperti jeruk manis, pisang, dan apel.

Minuman berkafein

Kopi dan teh memang nikmat disesap kapan saja. Meskipun bisa mengurangi kantuk, minuman tersebut juga dapat membuat perut jadi tidak nyaman, sama seperti soda. Selain itu, kandungan kafein akan membuat kita jadi sering berkemih.  Apalagi dalam kondisi kendaraan yang selalu terpapar AC.

Cemilan Asin

Ngemil saat di perjalanan memang asyik dan dapat menghilangkan rasa bosan. Apalagi bagi anak-anak. Tapi jika kamu mengknsumsi terlalu banyak cemilan asin seperti keripik dan makanan ringan lain yang memiliki kandungan garam tinggi, maka akan menyebabkan tubuh lebih cepat dehidrasi. Pilihlah kacang sehat atau biskuit gandum untuk cemilan di jalan.

Makanan Pedas

Makanan yang pedas bisa merangsang penyakit maag, sakit perut, bahkan mulas di perjalanan. Oleh karena itu, hindari makanan yang pedas meskipun makanan tersebut sering menjadi favorit dan membuat mata ‘segar’ kembali.

2. Makanan yang Disarankan 

Setelah mengetahui makanan dan minuman yang perlu dihindari selama mudik, terutama dalam kondisi berpuasa, berikut beberapa jenis makanan yang disarankan untuk menjaga tubuh tetap fit.

Roti 

Produk roti merupakan salah satu pilihan makanan yang tepat untuk dikonsumsi karena bebas minyak dan juga mudah dicerna tubuh sehingga akan mencegah permasalahan perut selama di perjalananan. Tentunya makanan sehat satu ini harus selalu ada di dalam mobil atau tas kamu, ya.

Buah-Buahan

Selain rasanya yang enak, buah kering bermanfaat sebagai sumber energi selama berpergian jauh. Supaya tidak ribet ketika mengonsumsinya, ada baiknya persiapkan buah-buahan tersebut sudah dalam keadaan siap makan yang disimpan di dalam satu wadah. Selain bermanfaat sebagai sumber energi, makanan sehat satu ini juga bisa memberi rasa kenyang.

Cokelat

Cokelat merupakan salah satu makanan sehat yang sangat dianjurkan untuk disediakan ketika perjalanan jauh. Selain kaya akan antioksidan, cokelat juga akan memberikan energi ekstra untuk tubuh. Dengan demikian, cokelat bisa menjauhkan tubuh dari resiko radikal bebas yang berbahaya yang mana sangat dibutuhkan ketika perjalanan jauh.

Camilan sehat

Jika ingin makanan ringan yang sekedar cemilan, kamu bisa memilih kacang-kacangan, gandum dan juga susu sebagai makanan sehat selama di perjalanan untuk membuat tubuh menjadi lebih berenergi.

3. Minuman untuk Cegah Mabuk Perjalanan

Lalu, untuk kamu yang sering mabuk perjalanan, beberapa minuman berikut ini juga bisa mencegah “hell journey”. 

Madu dan air lemon

Madu dan jeruk lemon adalah dua bahan alami yang paling baik untuk menetralisir racun, mengobati penyakit hingga mengatasi mabuk perjalanan. Ambil madu dan peras jeruk lemon dan campurkan dengan air dingin secukupnya. Langsung minum sedikit demi sedikit.

Air kelapa

Air kelapa juga merupakan obat alami yang sangat baik terutama membunuh berbagai macam penyakit, menetralisir racun dan menguatkan sistem imun tubuh. Jadi, jika mabuk, coba minum air kelapa muda segar langsung dari kelapanya untuk mengurangi sensasi mual dan ingin muntah .

Jus jeruk

Asam lambung yang disebabkan oleh makanan tertentu bisa menjadikan kamu mabuk perjalanan. Mengonsumsi jus jeruk yang memiliki sensasi segar dapat membantu menghilangkan rasa mual.

Jahe

Jahe merupakan salah satu tanaman obat yang dikenal sangat baik untuk mengatasi rasa mual, gangguan pencernaan, sembelit, kembung, serta berbagai macam masalah pencernaan lain. Kamu bisa menyeduh jahe yang telah dimemarkan atau dipotong-potong dan diminum dengan madu.

Pisang

Pisang, salah satu buah yang baik untuk diet ini juga memiliki peran yang baik dalam mengembalikan vitalitas tubuh setelah mabuk. Pisang memiliki jumlah potasium, kalium dan protein yang tinggi, yang akan mengembalikan kebutuhan mineral tubuh yang hilang serta nutrisi yang terbuang lainnya. Makan pisang 1-2 buah dan itu akan mampu mengurangi rasa mual dan mengembalikan energi. 

Nah, Trubus Mania, pemilihan menu makanan yang tepat dapat membantu kamu tetap fit saat mudik bahkan dalam keadaan berpuasa. Bagi kamu yang membawa banyak menu makanan untuk bekal di jalan, jangan lupa mengemas makanannya dalam beberapa tempat yang berbeda dan kedap udara agar rasanya tidak tercampur serta tidak cepat basi. 

Selamat mudik, ya! 
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: