Di Roma, Menteri Susi Imbau Dunia Bersatu Hadapi Pencurian Ikan

TrubusNews
Binsar Marulitua
06 Juni 2018   20:00 WIB

Komentar
Di Roma, Menteri Susi Imbau  Dunia  Bersatu Hadapi Pencurian Ikan

Menteri KKP Susi Pudjiastuti di Roma, Italia (Foto : Dok KKP)

Trubus.id -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, dunia internasional harus mempertegas komitmen globalnya untuk bersatu dalam rangka memberantas aktivitas penangkapan ikan secara ilegal di berbagai lautan.

"Dunia harus bersatu memerangi penangkapan ikan secara ilegal yang marak terjadi di dunia yang wilayah operasinya melintasi batas antar negara. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama internasional untuk memeranginya bersama-sama," kata Menteri Susi dalam siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu (6/6)

Menteri Susi menyampaikan hal tersebut ketika menjadi pembicara dalam peringatan Hari Internasional Perlawanan terhadap Penangkapan Ikan secara Ilegal yang diselenggarakan setiap tanggal 5 Juni di kantor FAO, Roma, Italia.

Baca Lainnya : Susi Pudjiastuti: Kami Undang Jepang untuk Berinvestasi di Sabang, Natuna dan Morotai

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Susi mengimbau dunia internasional untuk dapat mempertegas komitmen dalam upaya pemberantasan IUU Fishing, seperti halnya yang sudah dilakukan Indonesia. 

Susi Pudjiastuti secara lugas menceritakan upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia selama ini dalam memerangi IUU Fishing, serta menyampaikan fakta dan tantangan yang ditemui dalam upaya membenahi masalah perikanan ini.

Menteri Susi menyebut, pemberantasan IUU Fishing (penangkapan ikan secara ilegal) harus didukung oleh aparat yang berkomitmen tinggi serta peralatan dan teknologi canggih. Hal ini untuk mencegah masuknya kejahatan lintas negara lainnya yang banyak dilakukan di tengah laut. 

Baca Lainnya : Benahi Kinerja Kementerian, Susi Rotasi 4 Pejabat Tinggi KKP

"Pemberantasan IUU Fishing harus dilakukan dengan lingkup yang lebih luas, sehingga butuh outreaching yang lebih dari negara-negara di dunia dan organisasi internasional," kata Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Ia kembali menegaskan, praktik IUU Fishing bukan melulu soal pengelolaan lingkungan dan sumber daya perikanan seperti penangkapan ikan, tetapi juga termasuk banyak aktivitas ilegal lainnya. 

Aktivitas tersebut di antaranya pelanggaran hak asasi manusia melalui perdagangan manusia dan perbudakan, penyelundupan dan perdagangan obat-obatan dan narkotika, serta hewan langka dilindungi. 

Baca Lainnya : Perangi Mafia Pencuri Ikan, Susi Minta Dukungan Nelayan

Direktur Jenderal FAO Jose Graziano da Silva menyampaikan apresiasi kepada Menteri Susi atas rekam jejaknya dalam pemberantasan segala aktivitas ilegal yang terjadi di laut. 

"Susi Pudjiastuti telah memulai dan menjadi yang pertama dalam upaya konsisten melawan segala bentuk aktivitas ilegal di laut, tidak hanya soal penangkapan ikan ilegal," ujar Jose.

Pujian yang serupa juga datang dari Komisioner Uni Eropa untuk Urusan Perikanan dan Maritim, Karmenu Vella. 

Baca Lainnya : Susi Pudjiastuti: Indonesia Jadi Negara Besar Jika Kita Ubah Cara Kerja

Terakhir, sebagai bentuk komitmen nyata untuk menjaga laut yang terancam kelestariannya, Menteri Susi mengundang negara-negara anggota FAO, organisasi internasional, dan lembaga non pemerintah lainnya untuk hadir dan mengumumkan komitmennya pada acara Our Ocean Conference.

Acara perhelatan akbar tersebut rencananya bakal diselenggarakan pada 29-30 Oktober 2018, di Nusa Dua Convention Center, Bali, Indonesia. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: