Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Ini Langkah BPPTKG

TrubusNews
Astri Sofyanti
06 Juni 2018   19:45 WIB

Komentar
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Ini Langkah BPPTKG

Ilustrasi (Foto : Dok BNPB)

Trubus.id -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) tengah mempersiapkan skenario dinding kawah gunung merapi runtuh. Rencana kontigesi bencana ini dilakukan menyusul peningkatan aktivitas gunung merapi sejak pertengahan Mei lalu.

Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengatakan adanya kemungkinan dinding kawah yang runtuh menjadi perhatian besar BPPTKG.

Baca Lainnya : Merapi Keluarkan Asap Solfatara Pagi Ini, Status Masih Waspada

"Hal ini menjadi perhatian besar kami. Di mana kondisi ini masuk dalam skenario yang nantinya menjadi dasar untuk menyusun rencana kontingensi," ucapnya di Jogjakarta, Rabu (6/6).

Sampai saat ini, BPPTKG terus memantau kondisi morfologi puncak dan kawah Gunung Merapi menggunakan sejumlah peralatan pemantauan. 

Pantauan dilakukan menggunakan kamera dengan resolusi tinggi, termasuk pemodelan kondisi kawah berdasarkan citra yang diperoleh.

Baca Lainnya : BPPTKG Himbau Jangan Panik Dengan Asap Solfatara di Gunung Merapi

Selain itu, pihaknya mengatakan pemantauan juga dilakukan melalui analisa terhadap suhu di kawah. BPPTKG membagi kawah dalam empat area pemantauan suhu. 

Berdasarkan skenario yang telah dirancang BPPTKG, penyebab utama dinding kawah runtuh adalah desakan kubah lava dari bawah. 

Selain memantau kondisi stabilitas dinding kawah, BPPTKG juga sudah menyusun skenario apabila terjadi pertumbuhan kubah lava hingga erupsi efusif yang dimungkinkan mengarah ke tiga lokasi yakni ke sisi selatan atau masuk sungai gendol serta mengarah ke barat dan barat laut.

Baca Lainnya : Tetap Harus Waspada, Puluhan Pengungsi Merapi Kembali ke Rumah

Sebelumnya Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, meskipun dalam beberapa hari terakhir aktivitas gunung merapi cukup tenang, namun masih kerap terjadi embusan. 

"Hal ini menandakan bahwa aktivitas vulkanik Merapi masih tinggi dengan didominasi pelepasan gas," ungkapnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: