Tiga Bayi Kucing Hutan Lucu Disita BBKSDA dari Warga

TrubusNews
M Syukur | Followers 0
06 Juni 2018   15:00

Komentar

Kucing hutan (Foto : M Syukur)

Trubus.id -- Tiga ekor kucing hutan dan seekor kancil disita Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dari warga yang memeliharanya. Semuanya termasuk satwa dilindungi karena keberadannya yang hampir punah.

Disitanya satwa ini menambah jumlah hewan yang disita sejak 14 Mei lalu. Jumlahnya diprediksi bertambah karena operasi dengan nama tanaman dan satwa liar (TSL) ini berlangsung hingga 14 Juni 2018.

Menurut Kepala BBKSDA Riau Suharyono, semua satwa yang sudah disita diletakkan di kandang observasi pihaknya. Semuanya akan dilepasliarkan jika kondisinya sudah memungkinkan.

"Masih dikaji dan dilihat perkembangannya, lokasinya juga perlu dipelajari sehingga tak bersentuhan dengan manusia," sebut Suharyono, Rabu (6/6/2018).

Dia menyebutkan, tiga ekor kucing hutan yang disita masih bayi. Namun, dia tak menyebutkan siapa pemilik dan dari mana hewan itu disita. Penyerahan disebutnya dilakukan secara suka rela setelah mensosialisasikan larangan memelihara satwa liar.

"Operai bersama Polda ini mengedepankan pencegahan serta sosialisasi," katanya.

Pantauan di BBKSDA, kucing hutan ini berjenis batu. Kucing Batu biasanya ditemukan di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Keunikan kucing batu ini adalah bisa memanjat pohon dengan cepat. 

Keberadaan Kucing jenis ini oleh UICN dikategorikan rawan punah. Pemerintah juga menetapkan kucing batu sebagai hewan yang dilindungi.

"Dan kalau dipelihara juga susah menjinakkannya," sebut Suharyono.

Sejauh ini, sudah puluhan hewan liar dilindungi disita. Di antaranya rusa sambar, elang brontok, beruang madu, ungko owa, siamang, buaya, kura-kura, labi-labi, kera ekor panjang, kukang, lutung kuning dan rangkong, satu kancil baru diserahkan.

"Ini adalah kerja sama yang baik antar aparat hukum di Provinsi Riauiau sehingga kita makin tumbuh kembangkan sikap ataupun kesadaran kepada masyarakat agar tidak memiliki satwa-satwa yang dlindungi," terang Suharyono.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: