Produksi Melimpah, Mentan: Tidak Ada Alasan Harga Daging dan Telur Ayam Melambung Tinggi

TrubusNews
Binsar Marulitua
05 Juni 2018   22:15 WIB

Komentar
Produksi Melimpah, Mentan: Tidak Ada Alasan Harga Daging dan Telur Ayam Melambung Tinggi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Beberapa waktu belakangan, harga komoditas ayam cukup menyita perhatian. Lonjakan harga komoditas ini pun sampai menarik perhatian Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Menanggapi hal itu, Amran menyatakan bahwa pada saat ini sebenarnya tidak ada alasan bahwa harga ayam dan telur di Tanah Air mengalami kenaikan. Hal karena tingkat produksi sudah lebih dari cukup bahkan sampai pernah diekspor.

Baca Lainnya : Di Pasar Cijantung, Harga Daging Sapi Disaingi Harga Ayam Kampung

"Ayam dan telur dulu sempat ada kenaikan tetapi sekarang mulai turun, tidak ada lagi alasan untuk naik," kata Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (5/6).

Mentan mengingatkan bahwa pada tahun lalu ketika tidak ada ekspor produk ayam dan telur dari Indonesia ke luar negeri, harga relatif tidak mengalami kenaikan.

Karena itu, ujar dia, pada saat ini di mana Indonesia juga sempat mengekspor produk olahan daging ayam maka seharusnya pada tahun ini juga harga tidak mengalami lonjakan.

Untuk itu, Amran juga menginginkan agar berbagia pihak yang bergerak di bidang perdagangan komoditas tersebut dapat menjaga agar harga stabil sehingga juga bisa dinikmati oleh warga terutama menjelang datangnya hari raya Idul Fitri tahun 2018 ini.

Sebagaimana diwartakan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto di Jakarta, Senin (4/6) mengatakan, kenaikan harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan tarif tiket angkutan udara berdampak pada tingkat inflasi Mei 2018 yang tercatat sebesar 0,21 persen.

"Komoditas bahan makanan yang menyebabkan inflasi adalah daging ayam ras dengan andil 0,07 persen, telur ayam ras dengan andil 0,06 persen, ikan segar dengan andil 0,03 persen dan bawang merah dengan andil 0,02 persen," ujarnya.

Meski demikian, terdapat kelompok bahan makanan yang mengalami penurunan harga dan ikut menekan inflasi pada Mei yaitu cabai merah, bawang putih, beras dan cabai rawit.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga telah meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk menelusuri adanya potensi kartel ayam yang menjadi pemicu tingginya harga daging dan telur ayam.

Baca Lainnya : Kenaikan Harga Daging Ayam Ras dan Telur, Sumbang Inflasi di Bulan Mei 2018

"Kami minta Satgas Pangan sinergi, karena selalu ada cerita kartel. Kami minta beri sanksi yang seberat-beratnya," kata Menteri Amran usai ditemui di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Senin (21/5).

Mentan menjelaskan seharusnya harga daging dan telur ayam stabil bahkan menurun karena produksi melebihi kebutuhan nasional, bahkan Indonesia telah mengekspor daging ayam olahan ke Jepang. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Perintahkan Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi

Peristiwa   25 Sep 2020 - 09:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: