Tekan Anga Kelahiran, Ini yang Dilakukan Pemkab Pelalawan

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
05 Juni 2018   21:45

Komentar
Tekan Anga Kelahiran, Ini yang Dilakukan Pemkab Pelalawan

Tim dari BBKBN menilai klinik yang ada program KB 24 jam. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Tanggal 29 Juni selalu diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional. Puncaknya, secara nasional akan digelar di Sulawesi Utara, tepatnya di Kota Manado. Di saat itu, setiap perwakilan dari seluruh provinsi akan menghadiri acara tersebut.

Di Riau sendiri, tepatnya di Kabupaten Pelalawan, warga sangat antusias menyambut Hari Keluarga Nasional ini. Segala persiapan serta inovasi dilakukan agar program keluarga berencana (KB) yang dicanangkan sejak lama berjalan dengan lancar dan membuah kan hasil.

Baca Lainnya : Proyek Alat Susuk KB Dikorupsi, Kepala BKKBN Jadi Tersangka

Sesuai dengan program Pelalawan Sehat, di kabupaten ini ada yang namanya KB 24 jam. Dalam program ini, warga yang ingin ber KB tak perlu repot-repot mendatangi klinik atapun Puskemas.

"Tapi petugas yang mendatangi warga, siaga selama 24 jam," kata Bupati Pelalawan, HM Harris kepada wartawan, Selasa (5/6).

Menurut Harris, program ini diterapkan oleh PT Sari Lembah Subur (SLS). Di perusahaan ini, melalui program KB 24 jam, ada pula namanya "Pakeling" dengan kepanjangan pelayanan KB di Afdeling.

Tiap harinya, beberapa kader Pakeling keluar masuk afdeling ataupun pemukiman karyawan perusahaan. Mereka mensosialisasikan bahaya penyakit rahim dan ancaman kematian bagi ibu yang tidak mengikuti program KB.

Setiap warga yang ditemui ditawarkan memasang alat KB seperti spiral ataupun memakai suntik. Ada pula dibagikan 'pengaman' secara gratis agar warga mau ber KB.

Meski tidak dijelaskan seberapa berhasil program ini menekan angka kelahiran, Bupati Harris tetap mengapresiasinya. Dia ingin setiap desa dan perusahaan lainnya membuat program serupa agar angka kelahiran bisa ditekan.

Harris menyebutkan, penduduk di bumi saat ini mencapat 7,4 miliar lebih. Jumlah itu diprediksi meningkat, di mana pada tahun 2042 akan menjadi 14 miliar jika tidak ada program KB. 

"Oleh karena itu, terimakasih karena telah mengurangi angka kelahiran dan memperhatikan keselamatan ibu. Dua anak cukup," sebut Harris.

Harris menerangkan, banyak manfaat program KB. Selain nyawa ibu, pendidikan anak juga akan maksimal karena biayanya bisa terpenuhi. Maksimalnya pendidikan akan menunjang masa depan anak yang cerah.

Baca Lainnya : Proyek Alat Susuk KB Dikorupsi, Kepala BKKBN Jadi Tersangka

"Banyak anak, banyak juga yang tak sekolah. Jangan nantinya anak jadi penonton di negeri sendiri karena adanya arus imigran yang cukup besar," sebut Harris.

Sebagai kabupaten yang akan mewakili Riau di nasional terkait program KB, Harris berharap keluar sebagai pemenang. Pemenang ini akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. 

Sebelum pengumuman, tim dari BBKBN pusat sudah beberapa hari berada di Pelalawan. Tim ini menilai program KB 24 jam, apakah layak atau tidaknya menjadi pemenang sebagai penekan angka kelahiran. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: