Harga Beras di Tingkat Petani Sudah Tinggi, Target Serapan Bulog jadi Rendah

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Juni 2018   19:00 WIB

Komentar
Harga Beras di Tingkat Petani Sudah Tinggi, Target Serapan Bulog jadi Rendah

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Target pemerintah untuk menyerap beras petani mulai menemui kendala. Direktur Pengadaan Perum Bulog, Andrianto Wahyu Adi mengatakan, serapan beras Bulog saat ini hanya sebesar 896 ribu ton. Angka tersebut merupakan yang paling rendah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Menurut Andrianto penyebab rendahnya serapan gabah akibat harga gabah ditingkat petani cukup tinggi yakni sekitar Rp4.500 per kg hingga Rp4.600 per kg.

Baca Lainnya : Mentan: Stok Beras Bulog Saat Ini, Cukup Penuhi Kebutuhan Sampai Akhir Tahun

"Beras yang kami beli Rp8.030 di petani atau pertanian mungkin Rp8.200," ujarnya di Kementerian Pertanian, Selasa (5/6).

Lebih lanjut Andrianto menambahkan, harga beras tinggi karena kualitas gabah yang dihasilkan tahun ini lebih bagus dari tahun lalu.

Untuk itu, pemerintah berupaya menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras menjadi Rp8.900 per kg guna menekan harga di tingkat konsumen. Penurunan HET ini diakuinya tidak mempengaruhi Bulog, tapi akan berdampak pada serapan.

Saat ini stok beras Bulog sekitar 1.490.000 ton per Senin (4/6). Pengadaan dalam negeri sekitar 800-an ribu dan 190 ribu ton beras komersial. 

"Belum lagi pasokan beras impor sekitar 500 ribu ton," tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo menilai perlu adanya revisi Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Tapi pihaknya meminta pemerintah untuk mematangkan dulu revisi tersebut karena risikonya akan langsung berdampak ke konsumen.

Baca Lainnya : Hore, Jelang Panen Raya Pemerintah Menaikkan Harga Serapan Gabah

“Benar memang ada usulan untuk itu kita minta dimatangkan dulu, kalau dari kelompok tani minta naik tapi kan ada jaminannya di subsidi pemerintah,” paparnya.

Sementara itu, petani yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menolak keras rencana pemerintah yang akan menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium dari Rp9.450 per kilogram menjadi Rp8.950 per kilogram. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

KKP Hentikan Sementara SPWP Ekspor Benih Bening Lobster

Peristiwa   26 Nov 2020 - 17:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan: