Polres Jembrana Gagalkan Penyeludupan 27 Ekor Penyu Hijau Ilegal

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
05 Juni 2018   17:45

Komentar
Polres Jembrana Gagalkan Penyeludupan 27 Ekor Penyu Hijau Ilegal

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Populasi penyu hijau atau Chelonia mydas saat ini sudah semakin sedikit dan terancam punah. Karena itu, satwa ini dimasukan pemerintah ke dalam daftar hewan yang dilindungi. Namun meski demikian, satwa ini masih menjadi komoditas berharga tinggi di pasar gelap. Karena itu, masih banyak kasus penyeludupan penyu hijau ilegal.

Di Jembrana, Bali, Satuan Reserse Kriminal Pokres Jembrana berhasil menggagalkan penyeludupan puluhan ekor penyu hijau. Kepala Bagian Operasional Polres Jembrana, Kompol M Didik Wiratmoko mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan di Kecamatan Melaya bahwa ada perdagangan penyu secara ilegal.

Baca Lainnya : Viral, Penyu Dengan Tempurung Terluka, Bertelur di Pantai Banyuwangi

“Setelah mendapat informasi kami langsung terjun ke lokasi untuk mengamankan pelaku diduga melakukan penyeludupan penyu hijau dengan menemukan barang bukti puluhan penyu hijau,” ucapnya di Jembrana, Selasa (5/6).

Ia mengatakan, dari tangan tersangka Muh, warga Dusun Pangkung Dedari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, polisi menyita 27 ekor penyu hijau yang rata-rata berukuran besar. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengatakan membeli penyu tersebut dari seseorang yang tidak ia kenal seharga Rp15 juta, untuk dijual kembali ke Denpasar.

Pantauan di Polres Jembrana, kondisi 27 ekor penyu itu sangat memprihatinkan. Kaki bagian depan penyu itu ditusuk dan diikat dengan tali plastik. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses penyelundupan hewan langka itu.

Akibat perbuatannya, Muh dijerat dengan Undang-Undang Nomer 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara.

Baca Lainnya : Belasan Penyu di Kalbar Ditemukan Mati, Dalam Perutnya Ada Sampah Hingga Aspal

Sementara itu, untuk menyelamatkan penyu-penyu tersebut, polisi telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta aktivis pelestari penyu dari Kelompok Kurma Asih. Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Anom Astika Jaya mengungkapkan dari pengamatan yang dilakukan sebagian besar penyu tersebut dalam keadaan stres.

"Nantinya kami memutuskan untuk melepasliarkan penyu-penyu itu ke alam liar, tapi sebelumnya harus dilakukan observasi terlebih dulu agar tidak stres. Kami siap menampung untuk memulihkan kondisi penyu-penyu ini," paparnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: