Perambahan Hutan Picu Titik Longsor di Taman Nasional Kerinci

TrubusNews
Astri Sofyanti
04 Juni 2018   14:00 WIB

Komentar
Perambahan Hutan Picu Titik Longsor di Taman Nasional Kerinci

Perambahan Hutan Picu Titik Longsor di Taman Nasional Kerinci (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang berada di Kabupten Lebong, Bengkulu ditemukan beberapa titik rawan terjadi longsor. Hal tersebut  terungkap berdasarkan pantauan yang dilakukan tim patroli di kawasan hutan Lingkar Institut Bengkulu.

“Kami menemukan adanya area perambahan hutan seluas lima hektare di Rimbo Pengadang, Lebong," ujar anggota patroli kawasan hutan Lingkar Institut, Rafik Sani di Bengkulu, Senin (4/6).

Berdasarkan pantauan di lapangan, area perambahan atau pembukaan lahan tersebut berada di dalam kawasan konservasi taman nasional.

Perambahan sendiri dilakukan dengan cara menebang pohon yang tumbuh subur di dalam hutan kemudian dikeringkan dan dibakar untuk membuka lahan.

“Selain itu, kami juga berhasil menemukan bekas pencurian kayu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya mengatakan perlu ada tindakan tegas terhadap pelaku perambahan hutan tersebut.

Padahal kawasan TNKS seluas 1,3 juta hektare merupakan satu-satunya kawasan hutan tropis yang tersisa di Pulau Sumatera.

Terlebih TNKS merupakan kawasan hutan hulu sungai yang rawan terjadi longsor. “Tim menemukan sedikitnya 20 titik rawan longsor di dekat lokasi perambahan,” ucap Rafik.

"Ada empat sungai yang memiliki hulu di kawasan TNKS ini, salah satunya Sungai Ketahun," sambungnya.

Karena kondisi itu, tim patrol mengkhawatirkan adanya potensi banjir bandang jika kawasan hulu sungai tak ada lagi pohon-pohon yang berfungsi sebagai penyangga air.

Kawasan tersebut juga menjadi rumah bagi ribuan jenis flora dan fauna ini membentang di empat provinsi yakni Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, dan Sumatera Barat.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: