Ini Dua Faktor Kenaikan Harga Daging Ayam dan Telur di Sulsel

TrubusNews
Thomas Aquinus
03 Juni 2018   12:00 WIB

Komentar
Ini Dua Faktor Kenaikan Harga Daging Ayam dan Telur di Sulsel

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Harga telur dan daging ayam yang merangkak naik sejak awal bulan Ramadan hingga sepekan jelang Idul Fitri masih menjadi kekhawatiran masyarakat.

Di Sulawesi Selatan (Sulsel) khususnya di Makassar, harga telur ayam yang biasanya hanya berkisar Rp 37 ribu, saat ini mencapai Rp 45 ribu. Sementara untuk ayam potong, dari harga sebelumnya Rp 45 ribu, saat ini menjadi Rp 55 ribu.

Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar, Aru Armando mengatakan, terjadinya lonjakan harga telur dan daging ayam yang hingga saat ini masih bertahan di harga teratas dikarenakan dua faktor utama.

Baca Lainnya : Di Pertengahan Ramadan, 'PR' Mendag Tinggal Stabilkan Harga Daging Ayam

Menurutnya, faktor eksternal yang pertama adalah terjadinya peningkatan harga di salah satu pusat produsen telur ayam terbesar di Indonesia, yakni di Blitar, Jawa Timur.

"Data yang kami terima seperti itu. Jadi wilayah-wilayah lain yang biasanya ambil di Blitar itu, beralih ke Sulsel khususnya. Sehingga, kemudian harga telur di Sulsel, tentunya juga pasti ikut naik," ujar Aru usai melakukan inspeksi mendadak di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Jalan Antang Raya, Makassar, Minggu (3/6).

Faktor kedua adalah, naiknnya nilai tukar Dollar. Hal itu sangat mempengaruhi harga pakan hewan ternak tersebut. "Penguatan Dollar itu yang tentunya sangat berpengaruh terhadap kenaikan harga telur dan ayam ini. Makanya, ketika harga pakan naik, otomatis harga daging ayam utamanya juga akan ikut naik," katanya seperti dilansir dari Jawapos.

Baca Lainnya : Harga Daging Ayam Belum Juga 'Aman', Gara-gara Ulah Spekulan?

Dirinya menampik wacana terkait permainan spekulan hingga kartel dalam proses naiknya harga telur dan ayam itu. Menurutnya yang paling mendasar mempengaruhi kenaikan harga itu justru datang dari dua faktor sebelumnya.

"Kan itu yang paling mempengaruhi hanya faktor eskternal itu tadi, kurangnya pasokan sampai penguatan dollar. Jadi faktor eksternal itu yang mendasar," tutup Aru. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Presiden Jokowi Siapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20

Peristiwa   20 Jan 2020 - 17:21 WIB
Bagikan:          
Bagikan: