BPPTKG Sebut, Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Tinggi

TrubusNews
Ihsan Maulana
31 Mei 2018   16:30 WIB

Komentar
BPPTKG Sebut, Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Tinggi

Erupsi Gunung Merapi (Foto : Doc/ BNPB)

Trubus.id -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, aktivitas vulkanik Gunung Merapi sampai saat ini masih tinggi. Kondisi ini ditandai dengan terus adanya pelepasan gas.

"Walau tidak terjadi lagi letusan setelah 24 Mei pukul 10.48 WIB, namun dari data pengamatan yang kami terima, dapat disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi," ujar Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso di Yogyakarta, Kamis (31/5).

Baca Lainnya : Meski Terlihat Lebih 'Tenang', Status Gunung Merapi Tetap Waspada

Ia menjelaskan, dominasi aktivitas pelepasan gas tersebut dapat ditunjukkan dengan munculnya kegempaan multifase, aktivitas guguran dan hembusan yang cukup tinggi.

Sementara, pascaletusan terakhir pada 24 Mei lalu, sudah terjadi gempa multifase sebanyak dua kali per hari, guguran tujuh kali per hari, hembusan tiga kali per hari, gempa vulcano tektonik satu kali.

Agus menekankan, tingginya aktivitas pelepasan gas di Gunung Merapi disebabkan karena beberapa faktor, salah satunya dengan sumbat di puncak gunung yang terbuka pascaletusan pada 11 Mei.

"Sebagai salah satu gunung api aktif, Merapi memproduksi gas secara terus-menerus. Karena sumbat di puncak sudah terbuka, maka gas pun mudah terlepas menjadi embusan," imbuhnya.

Meski demikian, Agus menegaskan jika aktivitas ini berbeda dengan aktivitas yang terjadi di Gunung Merapi sebelum letusan pada 2006 dan 2010 lalu. Di mana pada saat itu, sumbat cukup kuat sehingga gas yang terbentuk, menyebabkan akumulasi tekanan kuat dan menyebabkan letusan magmatis.

Baca Lainnya : BPBD Sleman Terus Lakukan Upaya Mitigasi Bencana Gunung Merapi

Di sisi lain, aktivitas pelepasan gas dapat disebabkan oleh pergerakan magma.

"Untuk itu, kami akan pantau terus untuk melihat tanda-tanda adanya pergerakan magma ini," tandasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: