KLHK Siap Keluarkan 8 SK Hutan Adat, yang Tersebar di 5 Provinsi Indonesia

TrubusNews
Binsar Marulitua
31 Mei 2018   14:15 WIB

Komentar
KLHK Siap Keluarkan 8 SK Hutan Adat, yang Tersebar di 5 Provinsi Indonesia

Hutan Adat Tabanan Bali. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya kini tengah menyiapkan 8 Surat Keputusan (SK) Menteri LHK untuk penetapan Hutan Adat (HA) dengan total luas areal mencapai 1.940 hektare (ha) yang berlokasi di 5 provinsi.

"Sebenarnya empat SK sudah ditandatangani, empat lagi dalam minggu ini akan kita selesaikan," kata Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), Bambang Supriyanto di Jakarta, Rabu (30/5) kemarin.

Baca Lainnya : Pengakuan Hukum Hutan Adat, Masih Kerap Terbentur Perda?

Lebih lanjut Bambang mengatakan, empat area hutan yang sudah selesai diverifikasi itu, saat ini sedang dibuatkan draf SK Menteri LHK untuk ditetapkan menjadi HA.

"Empat verifikasi teknis sudah selesai, sekarang naik ke `drafting` SK," lanjutnya. 

Bambang memrinci, 4 area hutan yang akan ditetapkan menjadi HA itu yang pertama adalah Hutan Adat Nenek Limo di Desa Hiang, Betung Kuning dan Muara Air di Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Jambi, dengan luas kawasan 645 ha.

Kedua, Hutan Adat Ulu Air di Desa Lempur Mudik dan Lempur Hilir, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Jambi, dengan luas kawasan 745 ha. Ketiga, yakni Hutan Adat Marena di Desa Pekalobean dan Singki yang ada di Kecamatan Angeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dengan luas kawasan 183 ha.

Dan yang terakhir adalah Hutan Adat Orong yang areanya berada di Desa Buntu Bantaun dan Rante Mario, Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dengan luas kawasan mencapai 81 ha.

Sedang empat HA yang sudah ditetapkan, pertama, yakni Hutan Adat Imbo Larangan Pematang Kulim dan Inum Sakti yang berada di Desa Temanggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi, dengan luas mencapai 115 ha melalui SK. 774/MENLHK-PSKL/PKTHA/PSL.1/2/2012.

Baca Lainnya : Percepat Perhutanan Sosial, KLHK Mencantumkan 2,2 Juta Hektare Hutan Adat

Kedua, yaitu Hutan Adat Rimbo Bulim yang terletak di Desa Rambah, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, Jambi, dengan luas kawasan mencapai 40 ha melalui SK. 775/MENLHK-PSKL/PKTHA/PSL.1/2/2012.

Ketiga, yaitu Hutan Adat Pikul di Desa Sahan berada di Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dengan luasan mencapai 100 ha melalui SK. 1300/MENLHK-PSKL/PKTHA/PSL.1/3/2018.

Keempat, yaitu Hutan Adat Leuweng Gede di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dengan luas mencapai 31 ha melalui SK. 1301/MENLHK-PSKL/PKTHA/PSL.1/3/2018.

Sebelumnya Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan bahwa Kementeriannya terus melakukan percepatan realisasi penetapan hutan adat dengan melanjutkan pencadangan kawasan hutan untuk menjadi HA. Saat ini, ada 28 calon Hutan Adat dengan total luas 107.203 ha dengan syarat sudah terpenuhi dan siap diajukan untuk verifikasi dan validasi.

Ada pula 49 klain HA dengan total luas 1.579.215 ha yang sudah memiliki Perda (umum dan bersifat pengaturan) dan memiliki peta wilayah atau HA tetapi belum ada SK Bupati/Walikota tentang Penetapan Masyarakat Hukum Adat atau wilayah adatnya.

Baca Lainnya : Selain Sumber Ekonomi, Hutan Adat di Bali Juga Tempat Pelestarian Satwa

Selain itu, ada 30 klaim HA dengan luasan 212.477 ha yang sudah ada peta wilayah adat dan profil. Lalu ada pula 21 klaim HA dengan luasan 285.668 ha yang masih berkonflik dengan pemilik izin dan pemangku hutan.

Terdapat sembilan klaim HA yang belum diketahui total luasannya, sudah memiliki data hutan adat dan profil masyarakat hukum adat tetapi belum miliki peta wilayahnya. Terakhir, ada 15 klaim HA dengan luasan 65.696 ha yang memiliki potensi menjadi HA dengan data-data yang masih perlu dilengkapi sehingga bisa diajukan untuk HA. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Jokowi: Sekarang Semua yang Keluar Rumah Harus Pakai Masker

Peristiwa   06 April 2020 - 17:02 WIB
Bagikan: