Pantau Zoonosis, KLHK Luncurkan Sistem Pelaporan Kesehatan Berbasis Digital

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
31 Mei 2018   14:00

Komentar

Peluncuran sistem SehatSatli, Rabu (30/5) kemarin. (Foto : Doc/ KSDAE KLHK)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan Sistem Pelaporan Kesehatan Satwa Liar (SehatSatli) di Jakarta, Rabu (30/5) kemarin. SehatSatli merupakan sistem pelaporan berbasis web tentang kejadian pada satwa liar yang disebabkan oleh perburuan, kecelakaan, maupun penyakit zoonosis yang bersumber dari satwa liar. 

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK, Bambang Dahono Adji menyatakan, SehatSatli merupakan langkah nyata dalam penanganan zoonosis atau penyakit-penyakit atau infeksi yang secara alami dapat ditularkan dari hewan-hewan vertebrata ke manusia dan atau sebaliknya serta Penyakit Infeksi Emerging (PIE) yang bersumber pada satwa liar.

Baca Lainnya : KLHK Sebut Penyerangan Harimau di Jambi Hanya 1 Ekor, Bukan 7 Ekor

“SehatSatli adalah wujud komitmen KLHK untuk mendukung pengembangan kapasitas teknis dan petugas lapangan dalam rangka pencegahan dan pengendalian zoonosis dan PIE tertarget dengan pendekatan One Health, melalui pengendalian bersama antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan satwa liar”, tegas Bambang.

Ditambahkan Bambang, pada beberapa kebun binatang di Indonesia telah terjadi inbreeding, sehingga diperlukan pelaporan secepatnya tentang adanya indikasi penyakit satwa melalui SehatSatli ini, untuk perumusan kebijakan, pengaturan strategi dan program penanganan.

"Sistem Informasi Pelaporan SehatSatli berfungsi sebagai early warning system bagi pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit dan juga pengambilan keputusan yang cepat dan akurat berdasarkan data di lapangan," tambahnya.

SehatSatli telah diujicobakan di tiga provinsi, yaitu Riau, Jawa Barat dan Kalimantan Barat. Ke depannya program ini akan diberlakukan secara nasional, bertahap di seluruh Unit Pelaksana Teknis KSDAE serta Lembaga Konservasi. Pelaporannya tidak saja terkait dengan dugaan penyakit bersifat zoonosis, tapi juga pelaporan tentang kejadian pada satwa liar, seperti kejadian akibat perburuan, kecelakaan, maupun penyakit.

Baca Lainnya : Polisi dan BBKSDA Sita 44 Ekor Satwa Liar Dilindungi

Bambang menyebut, alamat web Sistem Informasi Pelaporan SehatSatli ada di www.sehatsatli.menlhk.go.id. Pembangunan sistem ini juga didukung FAO ECTAD Indonesia.

“Web ini diharapkan dapat beroperasi dengan baik dan menjadi bagian dari Sistem Pelaporan Kesehatan yang terintegrasi di tingkat nasional bersama dengan SKDR di Kementerian Kesehatan dan i-SIKHNAS di Kementerian Pertanian, sehingga pencegahan dan pengendalian zoonosis dan PIE bersumber satwa liar dapat terwujud," Pungkas Bambang. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: