Polisi dan BBKSDA Sita 44 Ekor Satwa Liar Dilindungi

TrubusNews
Karmin Winarta
31 Mei 2018   11:00 WIB

Komentar
Polisi dan BBKSDA Sita 44 Ekor Satwa Liar Dilindungi

Polisi dan BBKSDA Sita 44 Satwa Liar Dilindungi (Foto : M Syukur)

Trubus.id -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menyita 44 hewan liar dilindungi dari masyarakat di Kabupaten Siak, Kuantan Singingi, Kota Pekanbaru dan Kepulauan Meranti. Jumlah dimaksud diprediksi bertambah karena polisi bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) masih di lapangan.

Beberapa hewan yang disita langsung dilepasliarkan. Sisanya masih dititipkan di kandang transit BBKSDA untuk penyesuaian serta kandang Kebun Binatanf Kasang Kulim di Kabupaten Kampar.

"Ada juga yang beberapa mati dalam perjalanan selama evakuasi berlangsung," kata Wakil Kapolda Riau Brigjen HE Permadi di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Jalan Gajah Mada, Pekanbaru pada Rabu (30/5/2018) petang.

Permadi menerangkan, sejak 14 Mei 2018 lalu, direktorat tersebut bersama BBKSDA bergerak berdasarkan perintah dari Bareskrim Mabes Polri, di mana dilakukan operasi bernama Tanaman Satwa Liar (TSL). Operasi berlangsung sejak 14 Mei hingga 14 Juni 2018.

Baca Lainnya: Menurut Data KLHK, Satwa Dilindungi Ini Paling Laris Dijual di Pasar Online

Sosialisasi ke masyarakat menjadi paling utama supaya pemelihara hewan liar dilindungi menyerahkan ke Polri atau BBKSDA. Target kedua adalah Indonesia, khususnya Riau, bersih dari pemburu liar.

"Bagaimana kemudian melacak asal hewan ini, apakah didapati di hutan, atau dibeli dari penyalur serta pemburu liar. Targetnya pemburu liar," sebut Permadi.

Dan kepada masyarakat yang masih memelihara, Permadi mengimbau supaya menyerahkannya.

"Karena sebagian besar diserahkan, warga lain bisa mencontoh, kami apresiasi itu," ucap Gidion.

Satwa yang disita, jelas Permadi, terdiri dari Rusa Sambar, Elang Brontok, Elang Gunung, Elang Laut, Ungko atau Owa, Beruang Madu, Siamang, Buaya Sinyulong, labi-labi, kura-kura, kukang, Kakak Tua Jambul Kuning dan Lutung Kuning.

"Ada satu yang tak dilindungi, kera ekor panjang. Sisanya dilindungi semua, ada juga beberapa ekor anak elang," sebut Permadi, didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Gidion Arif Setiawan.

Terpisah, Kepala Bidang I BBKSDA Riau Mulyo Hutomo, satwa-satwa ini masih endemik Pulau Sumatera. Termasuk elang gunung yang biasanya menyebar di Asia Tenggara.

Baca Lainnya: Perdagangan Satwa Dilindungi Menurun, Ini Kata BKSDA

"Kalau untuk kakak tua itu endemik timur, masih Indonesia juga," sebut Hutomo.

Di BBKSDA, Hutomo menyebut hewan ini dititipkan di kandang transit dan rehabilitasi. Ada beberapa penyesuaian sebelum nantinya satwa ini siap dilepasliarkan di habitatnya.

"Ada yang langsung dilepasliarkan, seperti beruang dan kukang. Di Taman Nasional Zamrud serta Kerumutan," sebut Hutomo.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: