Universitas Brawijaya Ciptakan Jagung Ungu, Mentan Minta Dikembangkan

TrubusNews
Astri Sofyanti
30 Mei 2018   09:31 WIB

Komentar
Universitas Brawijaya Ciptakan Jagung Ungu, Mentan Minta Dikembangkan

Mentan Andi Amran Sulaiman. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dosen Fakultas Pertanian Unversitas Brawijaya (UB) Malang, Arifin Nur Sugiharto menciptakan varietas baru jagung ungu. Bahkan penelitian yang dilakukan itu sangat diapresiasi oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Secara khusus Amran meminta UB untuk mengembangkan jangung ungu lebih luas lagi.

Penelitian ini diberi nama Brawijaya Purple Sweet F1 Hybrid. Arifin Nur Sugiharto mengatakan penelitian ini telah dilakukan untuk menemukan varietas jagung ungu telah dilakukannya sejak 2009 lalu.

"Benih jagung untuk varietas baru ini asli Indonesia," katanya di Malang, Rabu (30/5).

Lebih lanjut Arifin mengatakan, varietas jagung hasil penelitiannya itu masih termasuk baru. Hanya saja, produksi jagung tersebut sangat terbatas, yakni 25 kilogram.

Harga yang dipatok pun cukup mahal karena benihnya harganya sudah mahal. Jika dijual harganya sekitar Rp 10.000 per kilogram.

Ia menjelaskan benih yang dibutuhkan untuk setiap hektare sekitar 15 kilogram. Sedangkan produktivitasnya sekitar 7 sampai 8 ton per hektare.

Tapi penelitian dan pengembangan jagung ungu ini baru dilakukan di Malang dan Batu.

Terkait ucapan Mentan yang mendukung dikembangkannya jagung ungu ini, Arifin mengatakan jika dirinya siap mengembangkan jagung ungu di lahan sekitar 100 hektare.

Untuk pendanaan, lanjutnya, sesuai saran dari Menteri Pertanian, akan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Kami akan upayakan menggandeng banyak pihak agar bisa mengembangkan secara maksimal, sebab keistimewaan jagung ungu ini memiliki kandungan antosianin cukup tinggi dan mampu melancarkan peredaran darah," lanjutnya.

Bahkan dirinya mengaku kaget ketika Mentan langsung membeli jagung hasil penelitiannya dan meminta untuk dikembangkan lebih luas agar produksinya semakin tinggi. 

“Apalagi harga jagung saat ini sudah mulai bagus, bahkan produksi jagung petani sudah ada yang diekspor,” ucap Arifin. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: