Tingkatkan Pengelolaan Tuna Berkelanjutan, KKP Agendakan Dua Pertemuan Internasional

TrubusNews
Binsar Marulitua
30 Mei 2018   09:01 WIB

Komentar
Tingkatkan Pengelolaan Tuna Berkelanjutan, KKP Agendakan Dua Pertemuan Internasional

Ikan Tuna (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sebagai salah satu negara produsen tuna terbesar di dunia, Indonesia menyumbang lebih dari 16 % dari hasil tangkapan tuna untuk produksi tuna global. Untuk melakukan pengelolaan berkelanjutan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengadakan  pertemuan internasional "3rd Bali Tuna Conference (BTC-3)" yang  dilanjutkan dengan pertemuan "6th International Coastal Tuna Business Forum (ICTBF-6).

Tema yang diangkat dalam konferensi BTC-3 yaitu Indonesia's Tuna Sector and International Supply Chains are Benefiting From Heightened Levels of Government-Industry Synergies”. Sementara itu, ICTBF-6 mengusung tema Global Leader in Supplying One-by-One Tuna”.  Kedua acara ini berlangsung dari 31 Mei - 1 Juni mendatang di Bali. 

Acara akan dihadiri 200 peserta yang berasal dari stakeholders perikanan tuna, yaitu institusi pemerintah, industri penangkapan dan pengolahan tuna, asosiasi tuna, ilmuwan, akademisi, dan berbagai pihak yang terkait dengan perikanan tuna (retailer atau brand) ditingkat nasional mupun internasional.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP, Zulficar Mochtar  mengatakan, penyelenggaraan dua kegiatan ini diharapkan dapat terbangunnya sinergi antara pemerintah dan stakeholders perikanan tuna dari tingkat hulu sampai hilir. Selain itu, juga dapat mempromosikan upaya pengelolaan tuna Indonesia yang saat ini dilakukan pada tingkat nasional kepada stakeholders perikanan tuna luar negeri.

Ditambahkan Zulficar, pada tahun 2018 pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi prioritas pengelolaan perikanan tuna. Yaitu peningkatan pengumpulan data tuna, sistem registrasi kapal perikanan di perairan kepulauan Indonesia, pengembangan dan implementasi sistem pemantauan elektronik dan sistem pelaporan untuk mengatasi masalah ketertelusuran tuna dan pengembangan peraturan terkait manajemen tuna.

" Secara keseluruhan, total produksi rata-rata mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun.Perikanan tuna menjadi komoditas yang paling banyak menyumbang nilai ekspor perikanan Indonesia setelah udang yang mencapai 198,131 ton atau senilai USD 569,99 juta pada tahun 2017," jelas Zulficar seperti keterangan tertulis, Selasa (29/5).

Ia menambahkan pengelolaan perikanan tuna yang berkelanjutan dilakukan agar habitat tuna tidak rusak dan produksi tuna tetap tinggi. Tahun-tahun sebelumnya memang terjadi penurunan karena adanya penyesuaian dengan aturan yang diterbitkan oleh KKP. Kini perikanan tuna sudah kembali, karena ikan di perairan Indonesia sangat berlimpah dengan diberantasnya pratik penangkapan ikan ilegal.

"Negara tujuan utama ekspor diantaranya adalah Uni Eropa, Jepang dan Amerika Serikat," tambahnya

 Pada dua gelaran ini, KKP akan bekerjasama dengan International Pole and Line Foundation (IPNLF) dan Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI).[KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bertambah 218, Pasien Positif Covid-19 Jadi 2.956 Kasus

Peristiwa   08 April 2020 - 16:51 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Pemerintah Miliki 20 Alat PCR Covid-19

Peristiwa   08 April 2020 - 14:34 WIB
Bagikan: