40 Ton Garam Impor yang Dijual Dalam Bentuk Garam Konsumsi, Disita Polisi

TrubusNews
Syahroni
29 Mei 2018   11:00 WIB

Komentar
40 Ton Garam Impor yang Dijual Dalam Bentuk Garam Konsumsi, Disita Polisi

Garam impor yang dipasarkan jadi garam konsumsi sitaan polisi. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kekhawatiran petani garam lokal akan bocornya garam impor ke pasaran yang bisa mengganggu pendistribusian garam lokal, akhirnya terbukti. Kebocoran itu terkuak usai Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus mengungkap peredaran garam impor yang diolah sedemikian rupa menjadi garam konsumsi.

Tak tanggung-tanggung, dalam pengungkapan kali ini, petugas berhasil mengamankan 40 ribu ton garam. Selain itu, petugas juga mengamankan Dirut PT Garindo Sejahtera Abadi (GSA) yang disinyalir menjadi pengimpor garam tersebut. 

"Penangkapan terkait garam impor yang diupayakan atau diolah sedemikian rupa menjadi garam konsumsi. Penangkapan di Gresik, Surabaya, sebanyak 40 ribu ton," ujar Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim, Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga di Bareskrim, Senin (28/5) kemarin.

Daniel mengatakan, garam impor ini diolah dan dikemas menjadi garam dapur. Ia juga mengatakan garam-garam ini telah diedarkan di daerah Jawa dan Kalimantan. 

"Setelah diolah, maka dipak secara kemasan, untuk konsumsi garam dapur dengan merek Gadjah Tunggal, garam meja 175 gram dibuat sedemikian rupa. Ini sudah mulai beredar di Jawa, Kalimantan. Sudah dijual di warung-warung, tapi ini baru permulaan. Kita lakukan penangkapan," kata Daniel. 

Terdapat dua jenis garam impor yang disita. Kedua garam impor ini berasal dari Australia dan India. Garam Australia jenisnya agak putih. Kalau garam India, agak sedikit gelap. 

"Satu tersangka sudah kita lakukan penahanan dengan inisial MA sebagai Dirut PT GSA. Saat ini berada di Polda Metro. Saat ini kita masih selidiki untuk selanjutnya," tuturnya.

Ia menjelaskan, dari pengungkapan ini disita barang bukti berupa garam konsumsi beryodium dengan merek Gadjah Tunggal sebanyak 290 bal, bahan baku berupa garam halus konsumsi beryodium sebanyak 170 karung, garam industri curah impor sebanyak 10 ribu ton, dan garam industri curah impor sebanyak 20 ribu ton.

Atas perbuatannya, MA dijerat dengan Pasal 120 ayat 1 juncto Pasal 1 huruf B UU No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, Pasal 144 juncto Pasal 147 UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan Pasal 62 juncto Pasal 8 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: