Dampak Erupsi Gunung Dukono, Bandara Gamar Malamo Ditutup Sementara

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
28 Mei 2018   22:45

Komentar
Dampak Erupsi Gunung Dukono, Bandara Gamar Malamo Ditutup Sementara

Erupsi gunung Dukono, Maluku Utara. (Foto : Zainudin, Indrastuti, N/ PVMBG)

Trubus.id -- Otoritas bandara Gamar Malamo di Halmahera Utara, Maluku Utara terpaksa menutup landasan pacunya. Penutupan dilakukan menyusul erupsi Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara bagian utara, Maluku Utara.

Pengumuman penutupan ini sendiri secara resmi dilakukan bandar udara sejak Senin (28/5) pukul 13.22 WIT hingga Selasa (29/5) pukul 11.00 WIT. Akibat kejadian ini, 2 penerbangan milik maskapai Wings Air yang melayani penerbangan ke bandara itu, terganggu.

Baca Lainnya : BPPTKG Yogyakarta: Jangan Percaya Hoax Terkait Erupsi Merapi

"Jaringan Wings Air yang terkena dampak, yakni penerbangan dengan nomor pesawat IW 1182 rute Manado-Galela dan IW 1183 rute Galela-Manado," jelas Corporate Communication Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/5).

Danang sendiri membenarkan, operasional maskapai penerbangannya terganggu karena faktor alam seperti gunung meletus. Karena itu pihaknya sudah mengajukan penjadwalan ulang, pengalihan rute atau pengembalian dana tiket.

"Sehubungan pembatalan penerbangan hari ini, Wings Air telah menawarkan solusi kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak, yaitu penjadwalan ulang keberangkatan di hari berikutnya (reschedule), pengalihan melalui rute lain (reroute) dan melakukan pengembalian dana tiket ke agen (refund back to agent)," ucap Danang.

Menurut Danang, penerbangan Wings Air akan menyesuaikan dengan keputusan otoritas bandar udara dan airport dinyatakan aman untuk operasional. 

Baca Lainnya : Status Gunung Merapi Naik jadi Waspada, Mensos Minta Tagana Siap Siaga

Wings Air akan bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas penerbangan, pengelola bandar udara dan AirNav sebagai pengatur lalu lintas udara setempat. Wings Air juga meminimalisir dampak yang timbul dari kondisi tersebut, agar operasional penerbangan lain tidak terganggu. 

"Kondisi terganggunya operasional dari akibat gunung meletus termasuk force majeure yaitu keadaan yang terjadi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan. Wings Air menginformasikan bahwa material abu vulkanik atau volcanic ash dapat merusak pesawat, sehingga membahayakan penerbangan," katanya lagi. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: