Hindari Keracunan Massal, Warga Bogor Harus Selektif Pilih Menu Berbuka Puasa

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
28 Mei 2018   13:45

Komentar
Hindari Keracunan Massal, Warga Bogor Harus Selektif Pilih Menu Berbuka Puasa

Panganan olahan dari keong sawah atau tutut. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Usai mengonsumsi tutut (keong sawah) sebagai menu pembuka puasa, 86 warga Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara, terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Mereka terpaksa dirawat lantaran diduga keracunan makanan tersebut.

Pasca kejadian, pemerintah setempat sempat langsung menetapkan peristiwa ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Warga pun diimbau untuk tidak mengonsumsi tutut lantaran diketahui, makanan yang membuat warga keracunan itu berasal dari sumber yang sama.

Baca Lainnya: Usai Keracunan Massal, Warga Bogor Dilarang Makan Tutut

Dan kini, untuk mencegah kejadian serupa terulang, kini Pemerintah Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk selektif memilih menu makanan untuk berbuka puasa bersama keluarga. Kepala Puskesmas Bogor Utara, Oki Kurniawan mengatakan kejadian keracunan massal usai mengonsumsi tutut harus jadi pembelajaran masyarakat.

“Kami harap setelah kejadian kemarin masyarakat bisa selektif memilih menu untuk berbuka,” ucapnya kepada wartawan di Bogor, Senin (28/5).

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat khusus para korban keracunan untuk tidak memilih menu makanan yang berisiko seperti tutut. Apalagi jika dikonsumsi sehari-hari. Terlebih lagi selama bulan suci Ramadan, tutut menjadi hidangan favorit berbuka bagi masyarakat.

Sampai saat ini dikatakan Oki mengaku belum mengetahui apakah mengonsumsi tutut itu halal atau diharamkan bagi umat muslim, mengingat hewan tersebut hidup di dua alam. Atas dasar itu pula, ia mengaku tidak mengatahui apakan tutut aman dikonsumsi atau tidak.

"Kita pasti tidak tahu tutut yang kita konsumsi aman atau beracun," sambungnya.

Baca Lainnya: Inilah Keong Sawah Beracun yang Boleh Dikonsumsi, Tertarik Mencoba?

Untuk itu, Oki mengatakan sebelum memakan atau mengolahnya, masyarakat harus mengetahui makanan yang dimakan itu aman dan layak dikonsumsi atau tidak.

“Kita juga harus memperhatikan makanan yang kita makanan higienis atau tidak,” lanjutnya.

Untuk sementara ini, khususnya bagi warga di Tanah Baru, ia menyarankan agar sebaiknya jangan makan tutut dulu. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: