Air Hasil Olahan PAL-Andrich Tech System, Belum Siap Minum

TrubusNews
Syahroni
26 Mei 2018   06:00 WIB

Komentar
Air Hasil Olahan  PAL-Andrich Tech System, Belum Siap Minum

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyicipi air hasil olahan mesin PAL-Andrich Tech System. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno meresmikan penggunaan alat pengolahan air tinja menjadi air bersih di pusat instalasi pengelolaan lumpur-tinja milik PD PAL Jaya di Jalan Router Ring Road Lingkar Luar Cengkareng, Jakarta Barat.

Dalam peresmian yang dilakukan Rabu (23/5) lalu itu, Sandi mengatakan, alat pengelolaan air temuan putra bangsa yang diberi nama PAL-Andrich Tech System ini merupakan teknologi pengolahan limbah tinja pertama di Tanah Air. Alat ini memiliki keistimewaan dari alat pengolahan tinja lainnya.

Baca Lainnya : Keren, Jakarta Punya Mesin IPAL yang Bisa Olah Air Tinja jadi Air Siap Minum

Menurutnya, dengan mesin yang berada di bawah naungan PD PAL Jaya ini, air limbah tinja hanya perlu diproses 30 menit dan langsung siap dikonsumsi. Sandi klaim temuan ini belum pernah ada dan ini merupakan yang pertama.

“Biasanya memakan waktu 7 hari dan menjadi air buangan, (sekarang) dalam waktu setengah jam bisa menjadi air yang bisa diutilitas. Malah saya dikasih tahu malah layak minum,” kata dia saat itu.

Namun Jumat (25/5), Dirut PD PAL Jaya Subekti mengatakan, air bersih olahan mesin tersebut bukan ditujukan menjadi air minum. Air tersebut menurutnya lebih ditekankan untuk penggunaan sehari-hari.

"Memang kalau air bersih, ini lah. Pokoknya dia bisa menjadi air bersih. Bukan air minum lah. Jadi memang air bersih yang bisa digunakan untuk utilitas. Untuk nyuci mobil gitu-gitu, gitu-gitu lah," jelas Subekti, Jumat (25/5).

Untuk bisa disebut layak minum, Subekti mengatakan perlu sertifikasi terlebih dahulu. Namun dia mengungkapkan, ada kemungkinan air olahan dari alat tersebut bisa diminum.

"Kalau air minum orang mikir-mikir. Kalau untuk air minum memang prosesnya, ini kan harus ada uji macam-macam. Jadi memang tidak hanya standar air minum, itu kan diatur dalam Permen kesehatan," jelasnya.

PD PAL Jaya mengaku tertarik untuk mengembangkan alat tersebut karena sudah dipakai oleh perusahaan minyak terkemuka. Subekti mengatakan alat itu masih dalam tahap uji coba untuk limbah domestik di Jakarta.

"Aplikasi ini untuk limbah domestik kan bermacam-macam. Ternyata saat kita aplikasikan kok bisa ini nanti yang kita kembangkan," terangnya.

Baca Lainnya : Ekohidrologi Bisa Menjawab Kenapa Pengelolaan Air di Indonesia Tidak Optimal

Subekti menuturkan alatnya sedang dalam tahap sertifikasi dari Kementerian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dia akan segera menjajaki serius dengan pencipta alat tersebut usai sertifikasi terbit.

"Jadi memang ini harus kita kembangkan terus. Ini adalah lompatan lah yang bisa kan dulu orang memproses perlu waktu lama, cost yang tinggi dan lahan yang luas," tuturnya lagi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: