60 Ton Bawang Impor Masuk Riau Tiap Hari Selama Ramadan

TrubusNews
Karmin Winarta
25 Mei 2018   14:45 WIB

Komentar
60 Ton Bawang Impor Masuk Riau Tiap Hari Selama Ramadan

Bawang Merah (Foto : M Syukur)

Trubus.id -- Bawang impor, baik merah ataupun putih, mulai masuk ke Provinsi Riau untuk memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan dan Idul Fitri. Selain itu, pasokan dari luar daerah terus didatangkan karena di Riau belum ada produksi bawang.

Setiap harinya, ada sekitar 60 ton bawang masuk ke Pasar Induk AKAP di Kota Pekanbaru. Begitu halnya dengan cabe, baik merah, hijau dan rawit, yang lalu didistribusikan ke setiap pasar tradisional yang ada.

"Kami berharap harganya di bawah, tidak fluktuatif seperti sekarang ini," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemerintah Provinsi Riau Yulwiriati Moesa usai sidak bersama Satgas Pangan Riau di pasar induk dimaksud, Jumat (25/5/2018) dini hari.

Yulwiriati menjelaskan, yang ditakutkan Satgas selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri adalah bencana alam, terutama di jalan lintas yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Pasalnya, dua daerah ini dikenal sebagai pemasok utama kebutuhan harian ke Provinsi Riau. Satgas pun sudah membicarakan hal ini dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau.

"Kalau ada longsor distribusi akan tersendat. kalau ada jalan putus akibat bencana alam akan cepat dikordinasikan dengan Dinas PU," katanya.

Sementara Kepala Satgas Pangan Riau, Kombes Gidion Arif Setiawan menyatakan, sidak bertujuan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran, sekaligus mengecek harga komoditi.

Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya kemungkinan penimbunan bahan pokok oleh pihak yang tak bertanggung jawab, sehingga berpotensi memicu lonjakan harga menjelang memasuki lebaran Idul Fitri tahun 2018.

"Kita bersama Disperindag, Bulog dan dinas terkait lainnya untuk mengecek ketersediaan, harga dan komoditi bahan pokok, diantaranya bawang merah, bawang putih dan cabai," ungkapnya didampingi AKBP Asep Iskandar.

Hasil sidak, sebut Gidion, didapati harga kebutuhan pokok fluktuatif, namun dapat dipastikan masih di bawah harga yang menjadi acuannya atau dapat dikatakan normal. 

"Masih terkendali," yakinnya.

Kepada pedagang hingga pelaku pasar, Satgas Pangan meminta saling berkoordinasi terkait kendala di lapangan soal distribusi dan menghindari adanya permainan dari para penimbun pangan hingga spekulan.

"Ada ancaman pidananya, maklumat terkait ini sudah disebarkan ke pedagang. Laporkan kalau ada penimbunan," tegas Gidion. (M Syukur)

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Presiden Jokowi Siapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20

Peristiwa   20 Jan 2020 - 17:21 WIB
Bagikan:          
Bagikan: