Mentan Lepas Ekspor 23 Ton Edamame Asal Jember ke Negeri Sakura

TrubusNews
Astri Sofyanti
24 Mei 2018   22:15 WIB

Komentar
Mentan Lepas Ekspor 23 Ton Edamame Asal Jember ke Negeri Sakura

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melepas ekspor edamame, Kamis (24/5). (Foto : Doc Kementan RI)

Trubus.id -- Sebanyak 23  ton kacang kedelai atau edamame asal Jamber, Jawa Timur dilepas ke negara tujuan ekspor oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Kamis (24/5). Edamame produk unggulan Jember itu akan diberangkatkan ke Jepang sebagai negara tujuan ekspor kali ini.

Namun demikian, Amran menjelaskan, Jepang hanyalah satu dari sekian banyak negara tujuan ekspor edamame asal Jember ini.

Baca Lainnya : Gorontalo Ekspor Jagung 70.150 Ton ke Filipina

"Kita ekspor ke 12 negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Eropa, Timur Tengah, dan beberapa negara lainnya," jelas Amran dalam keterangan resminya, Kamis (24/5).

Amran menjelaskan, tahun ini, 9.000 ton edamame asal Jember ditargetkan akan diekspor ke berbagai negara karena produksinya yang tengah meningkat.

Ia menambahkan, saat ini Kementan memang tengah mendorong ekspor produk pangan lokal guna mendongkrak perekonomian yang bertujuan untuk menyejahterakan para petani.

“Itu yang harus kita dorong. Pesan Pak Presiden yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi ada dua, yang pertama ekspor dan ke dua investasi," tutur Amran.

Untuk itu, guna mendorong ekspor produk unggulan bangsa, Kementerian Pertanian (Kementan) RI memiliki beberapa langkah deregulasi.

"Jika ada yang ingin ekspor, kita permudah. Kita jemput bola, jika perlu antarkan surat-surat yang dibutuhkan untuk ekspor," papar Mentan.

Baca Lainnya : Setelah Nugget Ayam, Indonesia Akan Ekspor Berbagai Produk Peternakan

Dengan langkah itu, Amran mengklaim, tren ekspor produk pertanian kini sedang naik di empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Beberapa produk yang sedang didorong untuk ekspor yakni jagung dan ayam olahan.

Tahun lalu saja, nilai ekspor di sektor pertanian mencapai Rp 440 triliun. Hal itu berarti meningkat sebanyak 24 persen dari tahun sebelumnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: