BPPTKG Yogyakarta: Jangan Percaya Hoax Terkait Erupsi Merapi

TrubusNews
Astri Sofyanti
24 Mei 2018   16:45 WIB

Komentar
BPPTKG Yogyakarta: Jangan Percaya Hoax Terkait Erupsi Merapi

Erupsi freatik Gunung Merapi. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Erupsi freatik gunung Merapi kembali terjadi Kamis (24/5) sekitar pukul 10.48 WIB. Meski demikian, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, meminta warga sekitar lereng Gunung Merapi untuk tetap tenang dan tidak panik.

Tak hanya itu, ia juga mengibau agar warga tidak begitu saja percaya dengan isu-isu yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.

Baca Lainnya : Gunung Merapi Kembali Erupsi Siang Ini, Status Tetap Waspada

"Kami meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bisa diketahui kebenarannya dan tidak bisa dipertanggungjawabkan sumbernya,” tegas Hanik di Sleman, Kamis (24/5).

Lebih lanjut, pihaknya meminta masyarakat untuk selalu memperbarui informasi terkait Gunung Merapi dari situs resmi, seperti BPPTKG Yogyakarta.

"Kami sudah menyediakan media center yang siap melayani 24 jam. Bisa diakses baik itu melalui web, twitter, facebook atau Instagram. Kita juga melayani call center di 0274 514180," paparnya.

Hanik juga mengatakan, masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal yang mungkin bisa terjadi kapan saja. Pasalnya ia memperkirakan, dalam beberapa hari ke depan Gunung Merapi masih akan mengalami erupsi. 

"Hingga saat ini Gunung Merapi masih menunjukkan adanya aktivitas erupsi freatik," lanjutnya.

Baca Lainnya : Merapi dalam Tahap Awal Menuju Erupsi Magmatis, Artinya?

"Untuk warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 untuk lebih waspada. Guna menjaga kesehatan seluruh warga harap menggunakan masker agar terhindar dari paparan langsung abu vulkanik," sambungnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengimbau masyarakat turut memantau informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi dari akun resmi pemerintah dan bukan dari sumber yang tidak jelas. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: