Keren, Jakarta Punya Mesin IPAL yang Bisa Olah Air Tinja jadi Air Siap Minum

TrubusNews
Syahroni
24 Mei 2018   06:00 WIB

Komentar
Keren, Jakarta Punya Mesin IPAL yang Bisa Olah Air Tinja jadi Air Siap Minum

Mesin PAL-Adrich Tech System di IPTL Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat bisa merubah air tinja jadi air siap minum. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Berbagai inovasi dilakukan untuk mengatasi masalah air bersih. Salah satu cara yang kerap dilakukan adalah dengan pengolahan air kotor menjadi air siap minum. Dan hebatnya, putra bangsa sudah ada yang mampu menciptakan mesin pengolahan air yang sangat luar biasa.

Adalah PAL-Adrich Tech System, nama mesin Industri Pengolah Air Limbah (IPAL) itu. Mesin ini bisa mengolah air tinja menjadi air bersih. Luar biasanya, produk hasil karya Andri dan Chairunnas ini bahkan diklaim bisa mengolah air tinja menjadi air siap minum.

Baca Lainnya : Pemprov DKI Larang Warganya Pakai Air Tanah, Kenapa?

Dengan kelebihan itu, akhirnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memakai mesin itu. Rabu (23/5) kemarin, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno meresmikan penggunaannya di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. 

“Hari ini saya terharu. Kalau kita dengar Adrich. Wah Adrich ini kayaknya (nama) Jerman atau Austria gitu ya. Tahu-tahunya Andri dan Chairunnas, dua putra dari Sumatera Barat kebanggaan kita semua, ternyata bisa menciptakan suatu teknologi yang sangat inovatif dan tepat guna,” kata Sandi dalam sambutannya.

Menurutnya, dengan mesin yang di bawah naungan PD PAL Jaya ini, air limbah tinja hanya perlu diproses 30 menit dan langsung siap dikonsumsi. Sandi klaim temuan ini belum pernah ada dan ini merupakan yang pertama.

“Biasanya memakan waktu 7 hari dan menjadi air buangan, (sekarang) dalam waktu setengah jam bisa menjadi air yang bisa diutilitas. Malah saya dikasih tahu malah layak minum,” kata dia.

Baca Lainnya : Jelang Asian Games 2018, Pemprov DKI Tambah Stasiun Pemantau Kualitas Udara

Kendati bisa dikonsumsi, namun untuk saat ini lebih tepat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan menyiram tanaman kota. Kelebihan lainnya yakni tidak diperlukan lokasi yang luas untuk menempatkan mesin PAL-Adrich Tech System ini.

“Simpel, mudah dioperasikan. Energinya (yang dihabiskan) tidak banyak. Pakai gelombang fisika. Investasinya juga tidak banyak. Dan operasionalnya sistemnya sangat simpel dan efisien,” beber Sandiaga.

IPLT Duri Kosambi ini dalam sehari mengolah 80 meter kubik limbah dari 150 meter kubik limbah yang masuk ke IPLT Duri Kosambi setiap hari dengan sebanyak 100 truk pengangkut limbah.

“Kalau airnya dulu dibuang dan bisa sekarang menjadi utilities. Berarti nilai tambahnya sangat tinggi. Saya berharap akan menghasilkan 50 meter kubik per hari untuk menyirami 9 hektar lahan hijau yang ada di sekitar wilayah sini. Mangga, Timun Suri, Pepaya, tadi Singkong juga bisa di airi di sini,” ungkap Sandiaga.

Baca Lainnya : Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Pemprov DKI Gandeng Pemkab Tangerang

Dengan berbagai kelebihannya, tak salah jika akhirnya Sandi berencana mengadakan 200 mesin yang sama. Selain berguna untuk mengolah air, mesin ini juga nantinya bisa menyerap tenaga kerja baru. Soalnya, untuk mengolah air limbah tinja menjadi air bersih dibutuhkan 50 pekerja. 

“Target PD PAL Jaya dan PT MJH akan memasang 200 unit untuk 3 tahun ke depan. Kita langsung kongkrit saja. 200 unit ini karya anak bangsa, perlu dibela. Kita bela anak-anak bangsa yang berprestasi. Jadi sistem ini akan membuka kalau total 10.000 lapangan kerja baru di DKI. Amin,” kata Sandiaga. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: